logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kalimat Mendidik Dari Malam Anugrah Kampung Media

Kalimat Mendidik Dari Malam Anugrah Kampung Media

Sekali dalam setahun portal jurnalisme kampung media NTB menggelar suatu kegiatan rutinitas. Kegiatan rutinitas tersebut adalah Jambore Kampung Media NTB yang

Pendidikan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
01 Desember, 2016 20:20:50
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 3869 Kali

Sekali dalam setahun portal jurnalisme kampung media NTB menggelar suatu kegiatan rutinitas. Kegiatan rutinitas tersebut adalah Jambore Kampung Media NTB yang paling ditunggu-tunggu oleg para anak kampung yang berkecimpung di dunia jurnalisme kampung media NTB.

Jambore Kampung Media NTB merupakan acara bergensi dan penuh hikmah bagi anak kampung media karena lewat acara ini mereka dapat bersiilaturrahmi sesama anak kampung, mendapatkan materi tentang seputar kampung media , dan apresiasi kampung media oleh pejabat setempat atau dari pusat, serta penghargaan pada beberapa anak kampung media yang terpilih sebagai pemenang dalam dunia jurnalis.

Rabu, 30 november 2916; kegiatan rutinitas Jambore Kampong Media yang kesekian kalinya itu, kini  berlangsung di di Hotel Golden Tulip, Jalan Jenderal Soedirman, nomor 40, Rembige, Mataram. Acara ini berlangsung meriah  dan berawal dari pukul 8,00 pagi hingga jam Sembilan malam.

Pada waktu pagi, sekitar 50 pesrta  atau anak kampung mengikuti  pembukaan dan sekaligus pengarahan dari Kepala Kampung Media, Fairuz Abadi (Abu Macel). Sekitar 50 anak kampung tersebut berasal dari berbagai kabupaten-kota se-NTB. Namun dari jumlah peserta yang hadir di hotel megah ini, masing-masing komunitas kampung media di tiap-tiap daerah hanya mengirimkan 5 peserta saja pada waktu pagi hingga sore.

Usai kepala kampung memberikan pengarahan dan tanya jawab di dalam ruangan yang vul Ac ini, Fani dari Tim IT kampung media mengambil alih acara tersebut dengan memberikan materi tentang rencana kemandirian kampung media pada tahun 2017. Selain itu, Fani juga memberikan materi tentang internal website kampung media, termasuk pemuatan tulisan, poto, dan videoa di portal jurnalisme kampung media.

Kegiatan Jambore Kampung Media di Hotel Golden Tulip terangkai dengan kegiatan Kelompok Informasi masyarakat (KIM). Olehnya itu, Fairus Abadi selaku Kepala Kampung Media juga meberikan pembahasan seputar KIM. “Kampung Media adalah pemberi informasi tentang kampung. Jadi ketika anak kampung menulis tentang kampung berarti telah melaksanakan kegitan KIM,” kata Fairus Abadi. Sehingga secara administrative anak kampung juga akan dilibatkan sebagai penggerak KIM, bahkan sebagian anak kampung langsung diregitrsai sebagai anggota penggerak KIM oleh tim KIM dan dilaksanakan oleh Mbak Henny.

Portal Jurnalisme NTB merupakan media sosial yang terpercaya oleh pmerintah dan sukses masuk top inovasi 9 besar di tingkat nasional. Atas kesuksesan tersebut nama kampung media dikenal di seluruh Indonesia, bahkan sampai di luar negeri. Olehnya pula, kegiatan Jambore Kampung Media ini sempat dihadiri oleh Deputi Kementerian PAN-RB bidang pelayanan publik, Prof. DR Diah Natalisah.

Puncak acara Jambore Kampung Media berlangsung pada waktu malam, atau diistilahkan Malam Anugrah Jambore Kampung Media NTB.  Puncak acara ini berlangsung di Hal Golden Tulip, dan dihadiri oleh Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) DR TGB.Zainul Majdi, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) propinsi NTB, Lalu Bayu Windia, Demikian pula sejumlah anak kampung media dari berbagai kabupaten-kota hadir pada puncak acara ini. Demikian pula malam anugrah ini dimeriahkan oleh The Percis Band dari Kota Mataram.

Malam Anugarah Jambore Kampung Media diawali oleh sambutan Kepala Kampung Media, Fairus Abadi. yang disusul dengan sepatah kata dari Lalu Bayu Windia. Selanjutnya, Kepala Kampung Media kembali membacakan 10 orang anak kampung yang terpilih sebagai pemenang pada malam anugrah ini. Gubernur NTB menyerahkan hadiah berupa piagam, tropi, serta uang tunai sebesar 2.500.000 rupiah pada masing-masing pemenang.

Kehadiran Bapak Gubernur NTB bukan hanya sekedar menyerahkan hadiah kepada 10 orang pemenang. Ia pun turun ke depan panggung sejurus memberikan sambutan di depan sejumlah anak kampung media.

Berbagai kalimat yang mengalir lewat sambutan Bapak Gubernur NTB,  namun sebuah kalimat yang paling menyentuh tatkala menuturkan sebuah nasehat yang tentu sangat penting untuk dicermati dan ditauladani oleh para anak kampung. ”Bagaimana kita akan diberikan penghargaan kalau kita sendiri tidak menghargai diri kita, bagaimana kita akan menyebarkan ilmu kalau kita tidak punya ilmu,”ungkapnya dengan nada suara yang penuh penghayatan.

 

Baca Juga :


Bila dicermati makna dari kalimat yang dituturkan oleh Bapak Gubernur NTB tentu memiliki nilai mendidik pada anak kampung yang duduk di berbagai meja bundar di dalam Hal Golden Tulip.  Artinya agar kita bisa dihargai oleh orang lain, kita harus memanusiakan diri kita sendiri sebelum memanusiakan orang lain. Dalam hal ini, manusia tentu berbeda dengan hewan.

Manusia memilki potensi-potensi untuk ditumbuhkembangkan. Termasuk mengembangan keperibadian baik yang dapat diterima oleh orang lain.. Menjadi seorang manusia, sebaiknya menyadari hakikat diri sebagai manusia. Manusia harus menyadari diri dengan bertindak sebagai subjek dan sebagai objek. Sebagai subjek (aku) tentu dapat melihat dirinya (objek).

Objek di sini adalah ketika kita mengeluarkan diri dari aku, sehingga ada jarak yang tercipta antara aku dan diri, atau antara subjek dan objek, Sebagai subjek tentu kita dapat merenungkan diri (objek) pada masa sebelumnya dalam berbagai perlakuan. Dengan mampunya kita menembus ke ruang dan waktu yang berbeda, yaitu ruang objek pada masa sebelumnya misalanya dan ruang subjek pada saat kita merenung, tentu segala kebaikan dan keburukan pada diri kita dapat dipahami.

Namun tentu pula kita harus memiliki pemahamn estetika (baik dan dan buru) sehingga kitapun dapat merubah atau memperbaiki sikap yang kurang berkenang pada orang lain. Kitapun juga dapat melihat perlakuan kita melalui orang lain, sehingga kita pun juga dapat memahami atau menyadari prilaku yang sebenarnya pada diri kita. Berarti pula orang lain juga sebagai cermin untuk menyadari kelakuan kita yang buruk atau membahasakan prilaku kita yang baik. Intinya jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma agama dan norma masyarakat.

Terkait dengan menghargai diri dengan menumbuhkembangkan potensi-potensi yang kita miliki sebagai anak kampung,yaitu bagaimana kita menghargai diri kita dengan melakukan kegiatan pembelajaran, baik di dalam keluarga, masyarakat dan sekolah. Dalam pembelajaran tersebut, termasuk bahasa yang baik, pengalaman, norma atau berbagai budaya yang harus kita pahami di dalam tri pusat pendidikan. Kalau semuanya dapat dilaksankan dengan baik, tentu orang akan memberikan penghargaan kita dalam bentuk apapun.

“Bagaimana kita akan mengajar kalau diri kita tidak memiliki ilmu”. Agar supaya kita dapat berilmu tentu harus memilki budaya belajar yang kuat. Belajar bukan hanya dalam keluarga, dalam sekolah tapi kita pun dapat belajar di dalam masyarakat. Belajar di masyarakat tentang norma, adat, dan berbagai bentuk budaya lain, hal ini pula akan menambah wawasan berpikir kita.

Kampung media sebagai media sosial juga tempat belajar. Banyak membaca dan mamahami tulisan-tulisan yang ada dikampung media, tentu sangat manambah ilmu pengetahuan kita.

Dalam menularkan ilmuj pada orang lain, kampung media sangat berperan untuk membantu anak kampung media dalam proses transformasi budaya (ilmu) ini. Olehnya menjadi anak kampung, sebaiknya banyak belajar di masyarakat, dan banyak melakukan transformasi ilmu lewat media sosial,seperti media sosial kampung media [] - 05

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan