logoblog

Cari

Tutup Iklan

Guru, Dedikasi Tak Berdimensi

Guru, Dedikasi Tak Berdimensi

Pahlawan tanpa tanda jasa, begitulah julukan yang melekat pada profesi guru di negara kita tercinta ini. Sungguh mulia jasa seorang guru, mengabdikan

Pendidikan

rato rizal
Oleh rato rizal
29 November, 2016 10:29:00
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 5141 Kali

Pahlawan tanpa tanda jasa, begitulah julukan yang melekat pada profesi guru di negara kita tercinta ini.

Sungguh mulia jasa seorang guru, mengabdikan jiwa dan raga demi mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang telah diamanatkan dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, dan merupakan pondasi dalam menelurkan segala kebijakan yang menyangkut tentang pendidikan dikemudian hari. Sampai sampai guru ditempatkan pada posisi kedua dalam agama sebagai insan atau orang yang harus dihormati dan dihargai jasanya.

Pengabdian guru benar benar tak terbatas pada ruang dan waktu. Tak sedikit kita mendengar cerita dan kisah tentang keberhasilan guru dalam mendidik dan membentuk karakter manusia sehingga menjadi pribadi yang tangguh dalam segala hal. Engkaulah pelita dalam kegelapan, penggalan bait lagu ini juga menggambarkan betapa besar peranan guru bagi manusia dimuka bumi ini.

Ratusan bahkan ribuan individu intelektual telah dibimbing dan dibina oleh guru, sebagian besar siswanya berhasil meraih mimpi dan cita cita dan menjadi sosok pemimpin dalam berbagai oraganisasi dan lembaga bahkan sebagai pemimpin dunia, namun disisi lain jasa sang guru yang berjasa mengorbitkan dan mebesarkannya seolah tenggelam dibalik nama besar juga kepopuleran yang disandang oleh muridnya, bersama dengan minimnya rezeki yang diterima oleh guru. Tidak ada seorang presiden tanpa guru, tak ada anggota  dewan yang terhormat tanpa guru dan tidak ada guru tanpa adanya guru.

Keberhasilan seorang guru akan bisa terlihat jelas ketika murid yang telah diajarnya mampu meraih apa yang telah diidamkan sejak duduk di bangku sekolah. Bangga, bangga, bangga dan bahagia yang bersemayam dihati. Hal ini tak bisa diukur dengan materi dan harta, karena ini menyangkut hati. Jauh dilubuk hati guru, selalu mendoakan dan berpesan agar apa yang telah diraih oleh muridnya menjadi amanah yang senantiasa dilaksanakan karena ketakwaan kepada Tuhan, bukan karena “setoran” semata.

 

Baca Juga :


Setiap hariku dibimbingnya, agar tumbuhlah bakatku..., lagi lagi bait lagu ini secara eksplisit menegaskan bahwa apa jadinya seseorang tanpa guru. Sampai akhir hayatnya, guru tak pernah berhenti untuk tetap mengingatkan muridnya agar selalu mengamalkan apa yang telah diterima di kehidupan beragama, berkeluarga berbangsa dan bernegara. Kepala SMPN Satu Atap 1 Batukliang mengatakan bahwa hasil belajar tak bisa kita lihat esok hari, minggu, bulan bahkan tahunan. Tapi akan terlihat dampaknya ketika siswa itu bertemu dan mulai beradaptasi dengan lingkunganya yang baru.

Artinya tingkat keberhasilan guru hanya bisa di evaluasi oleh siswa sebagai objek penerima pelajaran yang telah disampaikan guru. Kita tentu mengingat sosok Ki Hajar Dewantoro, seorang pahlawan pendidikan, jauh sebelum kemerdekaan diproklamasikan, beliau menanamkan benih benih pengetahuan yang pada saatnya nanti pasti bermanfaat bagi kehidupan dan keberlagsungan umat manusia di muka bumi ini.

Pantaslah jika pemerintah lebih memberikan penghargaan lebih pada profesi guru. Bukan tanda jasa, bukan bintang mahakarya dan bukan pula piala, namun kesejateraan guru yang sangat jauh dari kata cukup lebih diperhatikan. Buruh saja memiliki dasar hukum dalam pengupahannya yaitu UMP, UMK, bonus, insentif bahkan doorprize, lalu bagaimana dengan guru?. Hanya dengan gaji yang berjumlah tak lebih  dari angka Rp. 300,000,- per bulan sangatlah tidak berprikemanusiaan. Jangan samakan penghasilan seorang guru di Jakarta dengan guru yang ada di desa, pasti jauh bedanya. Percuma kuliah tinggi menghabiskan uang puluhan juta rupiah, gadai dan jual harta milik keluarga jika nantinya dapat kerja sebagai honor disekolah dengan pendapatan lebih rendah dari   “SEDEKAH”.  Sementara pemerintah lebih sering kalo kata anak muda  PHP (Pemberi Harapan Palsu). Kegagalan sebuah manajemen dan rencana adalah ketika kita menyamaratakan suatu kondisi pada organisasi dan lembaga yang berbeda (Samani.2007). (rato)



 
rato rizal

rato rizal

Mohamad Rizal Suryadin,S.Pd beralamat di Barabali PNS di SMPN Satu Atap 1 Batukliang . Hp. 08175748304 e-mail rato_suryadin@yahoo.co.id sejarah digali dari tulisan, maka nanti tulisan kita akan menjadi sejarah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan