logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ubi dan Blue Band

Ubi dan Blue Band

Untuk memberikan insiprasi baru serta ide yang lebih kreatif dan inovatif kepada para UMKM dalam pembuatan Bakery dengan bahan dasar Ubi,

Pendidikan

Asrobi Abdihi
Oleh Asrobi Abdihi
27 November, 2016 18:47:46
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 11367 Kali

Untuk memberikan insiprasi baru serta ide yang lebih kreatif dan inovatif kepada para UMKM dalam pembuatan Bakery dengan bahan dasar Ubi, Unilever Food Solutions (UFS) kerjasama dengan Dinas Koperasi UMKM NTB,YDBA (Yayasan Darma Bhakti Astra), Group Astra Mataram menggelar Baking Demo dengan tema “Kreasi Ubi dengan Resep Blue Band Oleh-Oleh Khas Lombok” bersama Chef Ajis di Hotel Puri Indah Mataram. (26/11/2016)

Sekitar 80 orang peserta UMKM binaan  Dinas Koperasi UMKM NTB diajak untuk mengenal lebih jauh mengenai beberapa produk yang menjadi unggulan serta dipergunakan dalam aplikasi penggunaan produk-produk Unilever Food Solutions.

Areal Sell Manager Unilever Food Solutions Agung mengatakan Khusus yang dilakukan di bulan nopember ini lebih focus ke Bakery dengan brand Bule Band. Sebelumnya pernah dilakukan di awal tahun dengan Brand Roiko, kecap bangau dan beberapa produk lain.

“Untuk bulan nopember ini melalui olahan Blue Band disesuaikan dengan tema yang diangkat oleh Dinas koperasi UMKM NTB yakni ingin menaikkan derajat UMKM menjadi naik kelas, supaya tidak hanya bermain di market local tapi juga di Oleh-Oleh dengan memanfaatkan produk local salah satunya adalah Ubi. Kami paling senang ketika mendapat masukan atau input dari daerah yang ada potensi produk lokalnya supaya dikemas lebih baik dan cantik, supaya memiliki nilai tambah ketika dijual ke konsumen bahkan bisa dijual sebagai Oleh-oleh, karna itu pasti akan menaikkan dan menggerakkan perekonomian di daerah tersebut”. Kata Agung

Sambung Agung, demo kuliner yang berbahan dasar  ubi ungu ini dibuat 4 jenis kue diantaranya Ketela Stragel, Brounis, Molen Ubi Unggu serta cake dan cookies

Lebih jauh Agung mengatakan dari Unilever Food Solutions segmen konsumen utamanya kepada para pelaku kuliner karna selama ini produk Unilever itu dikenal pada produk sehari-hari di rumah tangga padahal Unilever punya produk untuk industri kuliner dibawah benderanya Unilever Food Solutions.

Yang uniknya kata Agung, di Unilever hasil produknya lebih dikenal lewat promosi iklan elektronik maupun cetak sedangkan kami di Unilever Food Solutions bisa dikatakan tidak beriklan di media masa, UFS menempatkan produk lewat event-event seperti saat ini seperti Demo Kuliner dengan menggandeng Dinas koperasi UMKM NTB.

Terkait dengan promosi lewat digital, Agung memaparkan bahwa media promosi yang dilakukan secara digital yaitu lewat website www.ufs.com yang langsung konek ke Unilever Food Solution Indonesia dengan mempromosikan produk-produk yang sedang berjalan dan juga mensharing beberapa resep menarik untuk para pelaku kuliner serta beberapa tips agar usaha dari pelaku kuliner bisa maju.

 

Baca Juga :


Kata Agung, yang sedang gencar dipromosikan adalah Blue Band Master Oleh-Oleh dengan tujuan mendorong para pelaku industry kuliner local berfokus menjual produknya sebagai oleh-oleh didorong agar supaya mereka mau mengexplor produknya lebih lanjut, lebih percaya diri dengan kemasan yang menarik dengan bahan berkualitas yang tentunya menggunakan margarin blue band.

Kepala Dinas Koperasi UMKM NTB Hj.Putu Selly mengatakan Dinas koperasi melalui koordinator PPKP NTB (Pembinaan dan Pengembangan Koperasi dan Pengusaha Kecil) mengemas Baking Demo ini dengan bahan dasar ubi unggu, agar bagaimana pelaku kuliner dari UMKM bisa merubah bahan dasar pembuatan kue itu dari Ubi yang bisa memiliki nilai tambah.

Menurut HJ.Putu Selly Andayani NTB ini seperti gadis 17 tahun sehingga banyak wisatawan baik domestic maupun mancanegara atau nusantara datang ke NTB seiring target dari pariwisata NTB.

“Pariwisata tanpa UMKM itu omong kosong, Naah oleh karna itu bagaimana pariwisata meningkat, UMKM itu harus menggeliat, makanya saya minta UMKM itu harus naik kelas. Dari wirausaha baru kita berikan diklat, sarana dan prasarana, fasilitas kemudahan untuk menunjang UMKM kita”. Kata Selly

Sambung Selly, Kita harus terus melakukan pendekatan kepada masyarakat terutama kepada kaum Ibu-ibu dan anak muda untuk mari memulai dengan UMKM. () -03

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan