logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tanjung Menangis Cerita Rakyat Sumbawa

Tanjung Menangis Cerita Rakyat Sumbawa

Sumbawa Besar_Inmas MAN 1 Sumbawa, Dalam rangka ikut memeriahkan dan menyemarakkan Festival Moyo Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa Ikut berpartisipasi mengikuti

Pendidikan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
30 September, 2016 09:17:17
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 40113 Kali

Sumbawa Besar_Inmas MAN 1 Sumbawa, Dalam rangka ikut memeriahkan dan menyemarakkan Festival Moyo Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa Ikut berpartisipasi mengikuti Pawa Budaya yang dilaksanakan pada hari Kamis, 29 September 2016 dan tempat berkumpul star di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar,29/092016.

 

Pawai yang dilepas oleh Sekda Sumbawa Drs.H, Rasyidi didampingi oleh Kepala SKPD serta Kepala Kepala Sekolah dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa Drs.Fathurrahman , Kepala Madrasah Tasanwiyah Negeri Sumbawa Adiat Hasan,S.Ag serta dan Kepala SMP/SMA dan pawai Budaya diikuti peserta dari SMP / MTs, SMA/ Ma Se Kabupaten Sumbawa

Masing masing Sekolah dan Madrasah SMP/MTs,SMA dan MA peserta pawai budaya menampilkan berbagai atraksi sesuai dengan thema yang diajukan kepada Panitia Pelaksana Pawai dan untuk tingkat ini menampilkan legenda cerita Rakyat Sumbawa sepeti Tanjung Menangis, Batu Nganga,Buin Lajendre, dan masih banyak lagi cerita rakyat Sumbawa dalam pawai ini.

 

Baca Juga :


Kisah Tanjung Menangis 

Tanjung menangis merupakan nama tanjung yang berada di bagian timur  pulau Sumbawa. Pada zaman dahulu, putri dari Datu Samawa terjangkit penyakityang sangat aneh, tak ada seorang pun di seantero negeri Samawa yang dapat menyembuhkannya. Datu Samawa telah melakukan berbagai cara demi menyembuhkan putrinya. Dia telah berkunjung ke rekan-rekannya sesama pemimpin, yaitu kepada Datu Dompu dan Datu Bima untuk mencari tabib sakti yang dapat menyembuhkan putrinya, namun hasilnya tetap nihil. Bertahun-tahuntuan putri mengidap penyakit aneh tersebut, namun belum ada orang ataupun tabib yang mampu menyembuhkannya. Suatu hari, Datu Samawa membuat sayembara bagi seluruh orang diseantero negeri. Barang siapa yang mampu menyembuhkan tuan putri maka baginya akan diberikan hadiah. Apabila dia perempuan maka akan dijadikan sebagai anak angkat. Namun, apabila laki-laki, maka akan dijadikan menantu dan dinikahkan dengan tuan putri. Sayembara ini menyebar hingga ke pulau Sulawesi di seberang sana. Telah banyak tabib yang mencoba mengikuti saymebara ini namun belum seorang pun yang berhasil menyembuhkan tuan putri. Suatu hari, datanglah seorang kakek tua renta ke kediaman Datu Samawa. Dia berasal dari negeri UjungPandang dan memperkenalkan dirinya dengan nama Daeng Ujung Pandang. Dia telah mendengar kabar tentang penyakit aneh yang diderita tuan putrid dan ingin mencoba mengobati tuan putri bila Tuhan Yang Maha Kuasa mengijinkan.Dengan kuasa Allah Taala, melalui tangan serta pengetahuan yang dimiliki Daeng Ujung Pandang, tuan putri pun sembuh seperti sedia kala. Sesuai dengan janjinya, tibalah waktunya bagi Datu Samawa untuk membayar janji kepada Daeng Ujung Pandang yang telah menyembuhkan putrinya. Seperti yang telah beliau janjikan, beliau harus menikahkan putri beliau dengan Daeng Ujung Pandang. Namun, karena melihat fisik Daeng Ujung Pandang yang sudah tua renta dan bungkuk pula, Datu Samawa merasa tidak rela untuk menikahkan putrinya dengan Daeng Ujung Pandang. Datu Samawa akhirnya merubah hadiah dari sayembara. Daeng Ujung Pandang oleh Datu Samawa dipersilahkan untuk mengambil harta sebanyak-banyaknya, berapapunyang diinginkan olehnya, asalkan Daeng bersedia untuk tidak dinikahkan dengan tuan putri. Daeng Ujung Pandang merasa sangat terhina dengan sikap Datu. Beliau menolak untuk mengambil sepeser harta pun dari istana. Dengan hati teriris, ia pun pulang kembali ke Ujung Pandang menggunakan sampan kecil yang dilabuhkan di sebuah tanjung. Putri Datu Samawa merasa iba melihat kekecewaan di mata Daeng Ujung Pandang, ia pun menyusul Daeng Ujung Pandang ke tanjung tersebut. Saat putri Datu Samawa tiba di pelabuhan, saat itu pula, Daeng Ujung Pandang baru saja menaiki sampannya. Atas kekuasaan Allah, Daeng Ujung Pandang yang tua renta tersebut berubah menjadi pemuda yang tampan tiada taranya ketika telah menginjakkan kakinya di atas sampan. Melihat hal tersebut, putri Datu Samawa menangis, menyesali keputusan yang diambil ayahnya serta menangisi betapa tersiksa rasanya ditinggal seseorang yang baru ia cintai, Daeng Ujung Pandang. Sambil menangis, putri berlari menyusul sampan Daeng Ujung Pandang hingga tengah laut tanpa menyadari ia mulai tenggelam. Hal ini menyebabkan Tuan Putri Datu Samawa meninggal di tengah laut sambil menangis. Akhirnya, hingga kini tanjung tempat dimana putri dan Daeng Ujung Pandang berpisah tersebut dinamakan Tanjung Menangis untuk mengenang kisah tragis antara kedua insan tersebut.

Semua peserta menggunakan pakaian adat samawa begitu anggun dan menawan dihiasi dengan pernak pernik serta hiasan lain sehingga menambah kegairahan bagi para peserta yang mengenakan pakaian atas, juga masing masing sekolah dan madrasah menampilkan dan memperagakan sesuai judul yang Sinopsis, juga iringan gong gendang dan ratib sehingga menambah ramainya suasana pawai. Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa menampilkan Cerita Rakyat Tanjung Menangis yang ditampilkan sepanjang jalan juga menampilkan Sekeco dan ngumang yang menjadi tradisi dan yang digemari oleh msyarakat Sumbawa.

Perlunya Legenda Cerita Rakyat Sumbawa ini diperagakan dan ditayangkan untuk menggugah kembali cerita cerita jaman kerajaan Sumbawa agar masyarakat tahu cerita tentang sejarah Sumbawa , karena masyarakat yang berada di Sumbawa ini bukan hanya orang Sumbawa saja namun disini ada juga ada dari Jawa Timur,Jawa Tengah,Jawa Barat ,Bali,Lombok,Sumatra,Sulawesi,Kalimantan,NTT, lambat laun masyarakat yang berdomisili di Sumbawa akan mengenal tradisi,adat dan cerita cerita rakyat…(joko)….-03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan