logoblog

Cari

PIP Nusra Menuju Akreditasi

PIP Nusra Menuju Akreditasi

HASIL STUDI KELAYAKAN   Kondisi Pendidikan Dan Sumber Daya Manusia di NTB Berdasarkan studi kelayakan Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara(PIP NUSRA), kondisi pendidikan Nusa

Pendidikan

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
27 Maret, 2015 13:12:02
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 82296 Kali

HASIL STUDI KELAYAKAN

  1. Kondisi Pendidikan Dan Sumber Daya Manusia di NTB

Berdasarkan studi kelayakan Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara (PIP NUSRA), kondisi pendidikan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan berbagai analisis kondisi ril di lapangan, bahwa Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara akan mengalami perkembangan yang signifikan. Pertama, dengan rasio bahwa jumlah pendidikan di NTB mulai dari tingkat SMA, SMK dan MA dengan berbagai pondok pesantren yang sederajat, maka ke depan tentunya Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara akan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Kedua, bila dilihat dari tingkat SDM NTB dalam perjalanan kurun waktu saat ini, dengan data yang belum dirilis untuk sementara, bahwa NTB masih pada urutan kedua dari bawah diantara provinsi lainnya. Kondisi ini tentu yang menjadi penyebab utamanya adalah sangat terkait erat dengan sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan salah satu tolak ukur, bahkan ia menjadi tulang punggung pembangunan.

Dasar pemikiran ini kemudian sehingga Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara berupaya untuk ingin terlibat dalam mempersiapkan sumber daya manusia terutama dalam bidang transportasi laut di Nusa Tenggara Barat (NTB). Potensi ini juga telah di dukung oleh pemerintah daerah dengan berbagai infrastruktur dermaga yang saat ini NTB sedang berbenah diri. Saat ini NTB sudah memiliki beberapa pelabuhan diantaranya Pelabuhan Lembar (Lombok Barat), Pelabuhan Kayangan dan Labuhan Haji (Lombok Timur), Pelabuhan Carik, Pelabuhan Pamenang dan Pelabuhan Bangsal (Lombok Utara), Pelabuhan Ampenan (Mataram), Pelabuhan Poto Tano (Sumbawa Barat), Pelabuhan Badas (Sumbawa), Pelabuhan Sape (Bima) dan beberapa pelabuhan rakyat yang kedepan akan menjadi pelabuhan besar seiring perkembangan dunia kepelabuhanan. Dermaga yang saat ini sedang di bangun oleh Gubernur NTB di Kabupaten Lombok Utara, dermaga tersebut akan langsung berhubungan dengan Singapura, begitupun dengan Dermaga Nusantara, yang ada di Lombok Tengah. Potret ini bila dilihat dari tingkat kelayakan, maka keberadaan Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggarasangatlah dibutuhkan untuk menunjang sumber daya manusia di NTB. Sebagai bahan pertimbangan kami akan melampirkan data sekolah dan daya penunjang lainnya.

  1.  Prospek Daya Serap Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara.

Prospek daya serap lembaga Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara biladilihat dari jumlah angka perguruan sekolah menengah di NTB,untuk sementara dapat dianalisis bahwa, pada tahun 2013-2014 baik sekolah SMK Negeri, ataukah SMA Negeri maupun Swasta, mengalami perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2012-2013. Data ini jelas akan menjadi acuan bagi lembaga Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara untuk menganalisa prospek daya serap PIP NUSRAkedepan. Agar secara jelas dapat mengetahui tingkat peminat bagi calon taruna taruniPoliteknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara. Untuk lebih jauhnya dapat dilihat dari data dibawah ini.

  1. ASPEK KEMANFAATAN DAN KEUNGGULAN
  2. Analisis Situasi
  3. Misi,Tujuan, Dan Strategi Pencapaian Tujuan

Indonesia adalah salah satu Negara yang terdiri dari kepulauan maritim, Sebagian besar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah laut, laut bagi indonesia adalah di pandang sebagai urat nadi kehidupan,karena indonesia memiliki ribuan pulau besar dan kecil yang dipersatukan oleh laut, kondisi ini tentu sangat berpotensi terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. Diberbagai daerah terutama di Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak dapat di pungkiri bahwa kondisi geografis Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu yang terdiri dari provinsi kepulauan maritim yang cukup besar di Indonesia bagian timur, didalamnya terdiri dari dua pulau besar yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dua pulau ini dikelilingi oleh pulau-pulau kecil lainnya yang menarik dan menakjubkan.

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian pariwisata dunia internasional, bahkan provinsi NTB telah mencapai 500 ribu pengunjung pertahunnya dari berbagai belahan dunia.Keadaan ini telah menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai central perhubungan internasional pada saat ini. Seiring dengan hal itu, perkembangan perhubungan laut Provinsi Nusa Tenggara Barat yang semakin baik mulai dari NTB-Bali, NTB-Flores, dan NTB-Makasar.

Pemerintah Nusa Tenggara Barat saat ini sedang melakukan pembenahan terhadap berbagai konsep pembangunan dermaga atau kepelabuhan, yang saat ini tengah berbenah diri, diawali dengan pembangunan dermaga pelabuhan bertaraf internasional didaerah Carik Kabupaten Lombok Utara.Pelabuhan ini akan menyambungkan NTB dengan negara Singapura, ini tentu akan menjadi pintu dunia, dimana akan terjadi hubungan ekonomi dari berbagai provinsi bahkan antar negara,  tentu dengan dibangunnya Pelabuhan Internasional tersebut dan Pelabuhan Nasional serta pelabuhan lokal lainnya, akan semakin mendukung NTB sebagai provinsi yang berdaya saing di Indonesia.

Namun kesemua itu tidak cukup untuk memajukan perhubungan laut yang berdaya saing kedepannya, tanpa adanya SDM Nusa Tenggara Barat dalam perhubungan laut yang berdaya saing juga. Kehadirian Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara (PIP-NUSRA) yang bernaung di bawah Yayasan Bahari Athari sedang mendirikan perguruan tinggi untuk ikut terlibat kedepan dalam memberikan jawaban rill terhadap keterbelakangan SDM kita di NTB terutama dalam hal mencetak SDM kemaritiman.

Kami menyadari betul Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi di bagian timur Indonesia yang memiliki peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada pada level menengah ke bawah. Pada Tahun 2004 peringkat IPM NTB berada pada ranking 33 dari 33 propinsi yang ada, pada tahun 2006 naik satu tingkat menjadi rangking ke-32. Sebuah peningkatan yang tidak terlalu membanggakan, bahkan pada tahun 2007 rangking IPM NTB stagnan pada peringkat ke 32. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2012, IPM NTB pada tahun 2010 masih berada pada peringkat 32 dengan skor 65,20 atau sedikit lebih baik dari Provinsi Papua yang menempati posisi paling rendah dengan skor 64,94. Namun dalam perkembangannya telah terjadi pergeseran skor IPM dalam tahun 2011, yakni dari skor 65,20 di 2010 menjadi 66,23 di 2011 atau naik 1,12 poin.

Berdasarkan data tersebut, provinsi NTB bila dibandingkan dengan provinsi lainnya terutama dalam sektor sumber daya manusia maritim, NTB mengalami keterbelakangan, oleh karena itu, keberadaan Politeknik Ilmu pelayaran sebagai lembaga perguruan tinggi yang terkonsentrasi pada penigkatan sumber daya manusia kemaritiman, berupaya ikut terlibat dalam mencetak sumber daya kemaritiman.Dalam hal ini Politeknik Ilmu Pelayaran akan membuka beberapa program studi sesuai dengan visi misi yang ingi di capai oleh perguruan tinggi Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara.

Dalam sebuah perencanaan perguruan tinggi, dibutuhkan misi, tujuan untuk dapat menrencanakan gagasan yang ingin dicapai oleh sebuah perguruan tinggi, dalam hal ini Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara    ( PIP NUSRA) mempunyai cita-cita dan gagasan yang akan tertuang dalam Misi, tujuan dan strategi pencapaian tujuan. Adapun Visi dan Misi, Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara (PIP-NUSRA)  diantaranya adalah:

  1. Visi

         Menciptakan Manusia perhubungan laut profesional yang berdaya saing ditingkat lokal, regional dan internasional.

  1. Misi    
    1. Membangun sumber daya manusia yang sadar arti pentingnya laut sebagai sarana dan prasarana laut lokal, nasional dan internasional.
    2. Menghasilkan Ahli MadyaPoliteknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara(PIP NUSRA) yang siap diserap lapangan kerja dibeberapa sektor transportasi baik di darat maupun di laut.
    3. Menciptakan Ahli Madya yang prfesional dan siap pakai dan mengurangi pengangguran.
    4. Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia pada umumnya dan Indonesia bagian timur pada khususnya di bidang kelautan dan perhubungan.
  2. Tujuan

Adapun tujuan secara gari besar dari pendirian Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara adalah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut terlibat dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang:

  1. Memiliki pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (skill) untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional,terutama dibidang perhubungan laut;
  2. Mengetahui dan memahami sistem operasi dalam industri perhubungan laut serta prinsip-prinsip logistik dan supply chain management;
  3. Memahami aturan-aturan nasional dan internasionaldibidang perhubungan atau transportasi laut sesuai standar lembaga internasional (IMO, ILO, IALA, dsb)
  4. Mampu beradaptasi dengan berbagai peran dan fungsi dalam bidang perhubungan di tengah lingkungan kerja yang bersifat global multikultural;
  5. Memiliki kemampuan berbahasa inggris yang memadai untuk berkomunikasidan memahami istilah-istilah khusus di bidang perhubungan laut
  6. Mempunyai kemampuan dalam penyelesaian masalah (problem solving) analisa pelayaran atu perhubungan laut.
  7. Menghasilkan manusia perhubungan laut yang profisional yang berdaya saing di tingkat lokal, regional dan internasional.
  8. Keberadaan Sumber Peserta Didik

Sumber peserta didik Politeknik Ilmu Pelayaran PIP-NUSRA akan dianalisismelalui jumlah data sekolah menengah baik negeri maupun swasta, data sekolah menengah seperti SMK Pelayaran,SMKN,SMA,MA maupun sekolah menengah lainnya, sumber peserta didik Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara. Bila dilihat dari prospek daya serap lembaga Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara dari jumlah angka perguruan sekolah menengah di NTB. Dengan melihat data empat tahun terakhir (tahun 2010-2013) menunjukkan bahwa jumlah siswa SMA, MA dan SMK di NTB yang mengikuti ujian nasional terus meningkat.

Pada tahun 2010 jumlah peserta UN sebanyak 46.456 orang, tahun 2011 meningkat menjadi 55.150 orang, tahun 2012 melonjak tajam menjadi 58. 281 dan terakhir tahun 2013. Peningkatan jumlah siswa SMA, MA dan SMK yang mengikuti UN menunjukkan bahwa peluang program studi Nautika dan KPN di Politeknik ilmu Pelayaran Nusa Tenggara PIP-NUSRAuntuk sementara dapat dianalisis bahwa, pada tahun 2010-2013 baik sekolah SMK Negeri, ataukah SMA Negeri maupun Swasta, mengalami perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2013-2014.Pada tahun 2012-2013 jumlah sekolah menengah mengalami peningkatan dari 8838 menjadi 9685. Peningkatan jumlah sekolah tersebut dari tahun ketahun mengalami peningkatan.

Data ini kemudian akan menjadi salah acuan bagi lembaga Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara untuk menganalisa prospek daya serap PIP NUSRA kedepan. Agar secara jelas dapat mengetahui tingkat peminat bagi calon taruna taruniPoliteknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara. Selain data jumlah yang sudah diuraikan, untuk lebih falidnya data tentang sumber peserta didik, maka tim Politeknik Ilmu Pelayaran melakukan survey kebeberapa sekolah menengah SLTA baik swasta maupun negeri. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui raiso peminat program studi yang akan dibuka oleh PIP-NUSRA, diantara program studi tersebut yaitu Nautika dan KPN. Dari hasil survey penjaringan tingkat peminat program studi yang kan dibuka ternyata kedua program studi Nautika dan KPN memilki peminat yang relative tinggi.

Dengan berbagaialas an, sebagian peserta didik lebih berminat kepada Nautika, dengan alas an ingin menjadi seorang pelaut atau kapten. Sedangkan program studi KPN juga memiliki daya minat yang tinggi juga, dengan berbagai alas an peserta didik, diantaranya adalah keinginannya menjadi seorang perwira pelabuhan atau ahli dibidang manjmen tatalaksana pelayaran niaga dan kepelabuhan. Alasan yang lain terkadang tidak berani di laut.

Berdasarkan grafik, menunjukkan bahwa pilihan pertama siswa,  berturut-turut  mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah (dari penyebaran 1000 kuisoner di SMA/SMK) diperoleh Nautika 554 responden (55,40%), KPN408  responden  (40,80 %), hasil penyebaran kuisoner yang ke dua(dengan jumlah responden 500 siswa SMA/SMK)Nautika  258 responden (51,60%), KPN 150 orang (30%), hasil penyebaran kuisoner terakhir (dengan jumlah responden 700 siswa SMA/SMK, menunjukkan jumlah peminat Nautika 380 siswa (54,28%), dan KPN 180 siswa (25,71%),Nautika Besarnya minat calon taruna terhadap program studi Nautika, namun dengan mempertimbangkan faktor biaya operasional dan biaya-biaya lainnya serta kapasitas sarana dan prasarana yang tersedia, maka program studi Nautika dan KPN pada Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara PIP-NUSRA, akan dibatasi per angkatan minimal sebanyak 200 (dua ratus) orang taruna per tahunnya.

Untuk mengetahui minat calon taruna sebagai sumber masukan Program Studi Nautika dan KPN, pada bulan Februari 2013 telah dilakukan survei terhadap 1200 orang siswa SMU (SMA/MA) di 10 Kabupaten/Kota di Propinsi Nusa Tenggara Barat.Survei dilakukan secara bersama-sama, meliputi Tim Persiapan Program Studi Nautika Dan KPN pada PIP-NUSRA. Hasil survei melalui kuisoner menunjukkan bahwa, dari 1000 responden siswa tersebut (10 SMA maupun SMK), sebanyak 750 orang atau 75 % menyatakan berminat masuk ke Program Studi Nautika sebagai pilihan pertama, dan 250 siswa (25 %), dari 800 responden, 600 (60%) siswa menyatakan berminat masuk prodi Nautika, dan 200 (20%) siswa prodi KPN, sedangkan dari responden sebanyak 700, 350 (35 %) memilih masuk prodi nautika, dan 350 (35%) masuk prodi KPN, penyebaran terakhir melibatkan 1000 responden dimana 500 (50%) siswa memiloh prodi nautika, dan sisanya 50 % siswa prodi KPN berikut ini dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

*(Setiap pengambilan sampel, kuisoner disebarkan di SMU/ SMK yang berbeda- beda)      

Data tersebut menunjukkan perkembangan awal yang menggembirakan dan diperkirakan akan terus meningkat setelah dibuka dan berkembangnya Program Studi Nautika dan KPN. Hal ini disamping karena makin meningkatnya jumlah lulusan SMU, juga karena makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan program Nautika dan KPN. Dengan demikian rencana pembukaan Program Studi Nautika dan KPN tahun 2013/2014 dengan kapasitas calon tarunabila dilihat daya sarana prasarana maka PIP-NUSRA akan menerima tarunasebanyak 100 orang per program studi, dandengan rasio shasil surve diatas akan diprediksikan dapat dengan mudah terpenuhi. 

  1. Jumlah Taruna Yang Akan Direkrut Pada saat PS Mulai Diselenggarakan Sesuai Dengan Analisis Cash Flow Yang Direncanakan

Berdasarkan hasil surve analisa sumber peserta didik dan tingkat peminat dua program studi, diperdiksikan jumlah peminat dua program studi Nautika dan KPN memilki peminat yang tinggi, asumsi ini akan menjadi barometer PIP-NUSRA untuk melakukan rekrutmen jumlah taruna. Untuk sementara rekrutmen jumlah taruna dapat dikukur melalui analisa statmenof cesh flow. Periode angkatan pertama pada tahun 5014 jumlah penerimaan taruna yang direncanakan pada saat Program Studi mulai diselenggarakan hanya 100 orang dalam satu program studi, berarti untuk dua Program Studi Nautika dan KPN rasio penerimaan akan berjumlah 200 tarunadalam tahun pertama.

Pada periode angkatan kedua pada tahun 2015 jumlah ini selanjutnya akan ditingkatkan oleh PIP-NUSRA di masing-masing program studi Nautika dan KPN menjadi 300 orangtaruna.Adapun dengan periode angkatan ketiga pada tahun 2016. Jumlah penerimaan taruna akan ditetapka sama seperti angkatan ketiga dengan jumlah 300 orang taruna, dengan pertimbangan jika tingkat rasio penerimaan setiap angkatan akan terjadi penambahan, maka rasio sarana dan prasarana akan terus meningkat, sedangkan raiso sarana dan prasarana kita masih terbatas. Selanjutnya, adapun periode angkatan keempat dengan kelima  pada tahun 2017-2018. Jumlah penerimaan taruna akan ditetapkan sama seperti angkatan berikutnya.

  1. Dukungan Kerjasama Yang Akan Membantu Pengembangan PS

Dukungan kerjasama yang akan membantu pengembangan program studi Nautika dan KPN saat ini baik dari sumber daya manusi dan karir kerja kedepan diantaranya adalah. Pertama, sumber daya manusia pendidik politeknik ilmu pelayaran dapat bekerjasama dengan Akademi Maritim Yogyakarta, akademi maritim Yogyakrta memiliki dosen yang sudah punya kualifikasi S2 dan S3, sehingga politeknik ilmu pelayaran dapat menunjang SDM tenaga kependidikan atau dosen di PIP-NUSRA. Kedua, Politenik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara telah bekerjasama dengan PT ASDP kayangan labuhan haji. kerir kerja atau peluang kerja yang akan di dapatkan oleh taruna ketika selesai di PIP-NUSRA akan scara cepat diserap oleh PT ASDP, karena ASDP memiliki ratusan kapal yang tersebar diseluruh pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

  1. Manfaat Program Studi
  • Program Studi Nautika

Program Studi Nautika adalah salah satu program yang dibuka oleh PoliteknikIlmu Pelyaran (PIP-NUSRA), program studi ini akan memberikan manfaat yang luas dan signifikan terhadap dunia pelayaran di indonesia, karena tidak dapat dipungkiri bahwa pelaut di indonesia masih sangat kekurangan, saat ini indonesia masih sangat membutuhkan pelaut, sedangkan perguruan tinggi pelayaran di indoesia saat ini masih sangat minim, kebutuhan indonesia terhadap pelaut terutama dari menteri kemaritiman saat ini setiap tahun kekurangan 10.000 pelaut, artinya hal ini jika melihat manfaat kedepan jelas akan memberikan kontribusi yang besar terhadap bangsa indonesia dan masyarakat.

Di tingkat lokal, Provinsi NTB merupakan salah satu daerah yang banyak di kelilingi oleh laut, inpra struktur sarana dan prasaran kepelabuhan dan perusahaan pelayaran berkembang pesat, sedangkan lembaga yang mencetak SDM pelaut tidak ada, artinya keberadaan Politeknik Ilmu pelayaran dengan Program studi Nautika merupakan program studi yang langka di NTB bahkan indonesia, sehingga eksistensi dari program studi ini sangatlah diharapkan untuk meberikan manfaat sumber daya manusia terhadap dunia pelayaran dan seluruh insan maritime ditingkat lokal dan regional.

  • Manfaat Internal Institusi

Bila dilihat dari asfek kemanfaatan dari internal dan eksternal maka dapat kita lihat sebagai berikut diantaranya yaitu. Secara kelembagaan, aspek internal yang dapat di rasakan oleh lembaga diantaranya.

  1. Politeknik Ilmu Pelayaran  Nusa Tenggara, akan merasa terbantukan oleh keberadaan sumber daya manusia yang di luluskan terutama dalam program studi Nautika, bagi sumber daya manusia yang dianggap berprestasi akan di sekolahkan oleh kampus untuk persiapan menjadi dosen di kampus Politeknik Ilmu Pelyaran, sehigga manfaatnya lansung bisa dirasakan oleh kampus Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara.
  2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang profesional dan bertanggungjawab dalam rangka peningkatan mutu guna memenuhi permintaan stakeholders dan pasar kerja.
  3. Menghasilkan penelitian inovatif yang mampu mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dalam paradigma global, regional dan nasional.
  4. Menghasilkan pengabdian pada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan global.
  5. Mempersiapkan sumber daya manusia terdidik yang memiliki kedisiplinan dan pengtahuan global terhadap perkembangan dan persaingan dunia kerja.
  • Manfaat (Eksternal) Bagi Masyarakat Dan Bangsa

Dari asfek kemanfaatan, lulusan program Nautika akan memberikan andil penting ditengah masyarakat dan bangsa untuk dapat berkiprahditingkat lokal, regional, dan internasional.

  1. Ditingkat lokal, kondisi sumber daya manusia NTB sangat terbelakang, sehingga program studi Nautika yang akan dibuka oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara berupaya untuk ingin terlibat dalam mempersiapkan sumber daya manusia terutama dalam bidang transportasi laut di Nusa Tenggara Barat (NTB).
  2. Pada sektor perhubungan Laut, NTB sedang berbenah diri, namun skill dan keterampilan putra daerah dalam hal kepelautan sangat tidak ada, lulusan program studi Nautika akan diharapkan kiprahnya, sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan oleh pemerintah
  3. Ditingkat global, kebutuhan pelaut sangat tinggi, lulusan nautika akan memberikan arti penting bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia.
  • Manfaat Program Studi KPN

Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dingkat (KPN) program studi ini adalah adalah salah satu program yang dibuka oleh Politeknik Ilmu Pelyaran (PIP-NUSRA), program studi ini akan memberikan manfaat yang luas dan signifikan terhadap dunia pelayaran di indonesia, karena tidak dapat dipungkiri bahwa perwira pelabuhan di indonesia masih sangat kekurangan,artinya hal ini jika melihat manfaat kedepan jelas akan memberikan kontribusi yang besar terhadap bangsa indonesia dan masyarakat. Program studi KPN merupakan program studi yang langka di indonesia, sehingga eksistensi dari program studi ini sangatlah diharapkan untuk meberikan manfaat sumber daya manusia terhadap dunia pelayaran dan seluruh insan maritim. Bila kita petakaan kondisi infrastruktur kepelabuhan atau dermaga yang telah disediakan oleh pemerintah dengan diikuti oleh berkembangnya perusahaan pelayaran, maka sumber daya manusia, program studi KPN sangat dibutuhkan oleh pasar, sedangkan tingkat SDM NTB sangatlah kurang, begitupun ditingkat nasional dan internasional.

  1. Manfaat Internal Institusi

Bila dilihat dari asfek kemanfaatan internal dan eksternal maka dapat kita lihat sebagai berikut diantaranya yaitu. Secara kelembagaan, aspek internal yang dapat di rasakan oleh lembaga diantaranya.

  1. Politeknik Ilmu Pelayaran  Nusa Tenggara, akan merasa terbantukan oleh keberadaan sumber daya manusia yang di luluskan terutama dalam program studi KPN, bagi sumber daya manusia yang dianggap berprestasi akan di sekolahkan oleh kampus untuk persiapan menjadi dosen di kampus Politeknik Ilmu Pelyaran, sehingga manfaatnya lansung bisa dirasakan oleh kampus Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara.
  2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang profesional dan bertanggungjawab dalam rangka peningkatan mutu guna memenuhi permintaan stakeholders dan pasar kerja.
  3. Menghasilkan penelitian inovatif yang mampu mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dalam paradigma global, regional dan nasional.
  4. Menghasilkan pengabdian pada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan global.
  5. Mempersiapkan sumber daya manusia terdidik yang memiliki kedisiplinan dan pengtahuan global terhadap perkembangan dan persaingan dunia kerja.
  6. Manfaat (Eksternal) Bagi Masyarakat Dan Bangsa

Dari asfek kemanfaatan, lulusan program KPN akan memberikan andil penting ditengah masyarakat dan bangsa untuk dapat berkiprah ditingkat lokal, regional, dan internasional.

 

Baca Juga :


  1. Ditingkat lokal, kondisi sumber daya manusia NTB sangat terbelakang, sehingga program studi KPN yang akan dibuka oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara berupaya untuk ingin terlibat dalam mempersiapkan sumber daya manusia terutama dalam bidang transportasi laut di Nusa Tenggara Barat (NTB).
  2. Pada sektor perhubungan Laut, NTB sedang berbenah diri, namun skill dan keterampilan putra daerah dalam hal kepelabuhan sangat tidak ada, lulusan program studi Nautika akan diharapkan kiprahnya, sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan oleh pemerintah
  3. Dibeberapa sektor institusi pemerintahan, lulusan KPN akan sangat dibutuhkan oleh institusi pemerintahan, baik yang ada di pelabuhan, ASDP, BUMN.
  4. Kemampuan Dan Potensi Institusi Untuk Mengelola

Lembaga perguruan tinggi Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara (PIP-NURSA) merupakan lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Bahari Athari, secara professional kemampuankelembagaan Politeknik Ilmu Pelayaran bila dilihat dari analisis situasi kemampuan dan potensi untuk mengelola institusi, akan dapat dilihat dari dua aspek yaitu, aspek internal dan eksternal. Pertama,aspek internal,secara umum kemampuan aspek internal disini akan berhubungan lansung dengansumber daya manusia dalam pengelolaan institusi,sumber daya manusia merupakan aspek yang paling menunjang berjalannya sebuah lembaga, baik yang menyangkut masalah administrasi, keuangan, dan manajmen seluruh kelembagaan.

Selain aspek sumber daya manusia, sepertiaspek finansial merupakan salah satu faktor yang tidak kalah penting,artinya secara finansial,kesiapan pendanaan menjadi aspek yang paling menunjang untuk eksistensi sebuah lembaga.Secara oprasional dan konsepsionalkemampuan dan potensi intitusi untuk mengelola dalam hal ini adalah politeknik ilmu pelayaran sebagai sebuah lembaga pendidikan pelayaran yang diselnggarakan oleh pihak yayasan bahari athariharuslah ditopang dari aspek pendanaan.

Sedangkan aspek pendanaan tersebut akan secara lansung didukung oleh pihak yayasan Bahari Athari. Kemampuan aspek pendanaan menjadi salah satu aspek yang paling mendasar diantara aspek yang lainnya, artinya Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa TenggaraPIP-NUSRA disini adalah kemampuan kelembagaan dalam hal mendukung berjalannya sebuah institusi, terutama dalam menjalankan pembukaan program studi yang akan direncanakan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara (PIP-NUSRA) dalam kurun waktu kedepan. Tidak hanya itu,kemampuan dan potensi untuk mengelola intitusi harus ditopang denganberbagai kemampuan dalam manajerial sebuah lembaga, dalam hal pengelolaan kemampuan dalam mengembangkan lembaga secar profesional, dalam hal ini dibutuhkan sietem manajmen pengelolaan institusi dengan baik. Kedua, aspek eksternal, aspek eksternal disini terkait lansung dengan potensi intitusi dengan lingkungan.

Dari aspek lingkungan, secara sosiologis, Keberadaan Politeknik Ilmu Pelayaran dianggap penting ditengah masyarakat, karena satu-satunya diNTB bahkan di Nusa Tenggara, artinya, potensi yang dimiliki oleh kampus Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara dalam kemampuan mengelola institusi kedepan, akan bergantung pada lingkungannya. Sedangkan kondisi lingkungan bila dilihat dari letak strategis lembaga, posisi Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara berada di pinggir jalan utama, dan ditengah kota,kemudian dikelilingi oleh pondok pesantren dan sekolah menengah, prospek kedepan politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara secar eksternal bila dilihat dari hal tersebut, akan mengalami perkembangan yang sangat signifikan.

  1. Swot  Analisis

SWOT Analisis (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats). Analisis terhadap aspek S dan W berfokus pada faktor internal institusi, misalnya tentang ketersediaan dana, sarana prasarana, dll. Analisis terhadap O dan T, berfokus pada faktor eksternal institusi perguruan tinggi, misalnya perkembangan institusi perguruan tinggi, perkembangan teknologi informasi, dan perubahan perundang-undangan.

Bila dilihat dari aspek, swot analisis pembukaan program studi Nautika dan KPN yang akan disenggarakan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara diantaranya adalah. Pertama, pada aspek S dan W kekuatan dan kelemahan, bagi program studi Nautika dan KPN. Dua program studi yang akan dibuka oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara ini tentu memiliki kekuatan ekonomi, Yayasan Bahari Athari sebagai penyeenggara di perguruan tinggi PIP-NUSRA memiliki kekuatan ekonomi dalam hal ini berupa aset yang bergerak dan yang tidak bergerak, misalkan aset yang tidak bergerak diantaranya adalah, lahan bangunan,dilengkapi dengan beberapa unsur kekayaan yang dimiliki oleh Yayasan Bahari Athari.

Saat ini Yayasan Bahari Athari sedang membangun kampus sarana dan prasarana dengan senilai 2000.000.000(dua miliar) yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana sesuai dengan standar pembelajaran.Kedua, Sedangkan kelemahan ini tentu setiap perguruan tinggi akan memiliki kelemahan. Sebagai perguruan tinggi yang baru dirintis, PIP-NUSRA tentu memiliki kelemahan salah satu diantaranya adalah, sumber daya manusia atau tenaga dosen yang dimiliki oleh PIP-NUSRA, dosen yang ada di PIP-NUSRA masih kekurangan, salah satu faktornya adalah, SDM pelayaran sangat jarang langka di indonesia, kalaupun ada, kiprah mereka lebih banyak dilaut, inilah salah satu kelemahan yang dimiliki oleh PIP-NUSRA. Selain SDM dosen, kelemahannya dari aspek pinansial, untuk memenuhi standar internasional pelayaran harus memiliki beberapa kelengakapan laboraturiaum yang memeadai, namun sebagian kita sudah memilki kelengkapan laboraturium manual.

Adapun bila dilihat dari aspek O dan T, Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara (PIP-NUSRA) untuk mengelola institusi PIP-NUSRA, dengan membuka dua program studi memiliki keuntungan dan ancaman sebagai berikut. Pertama,strengths , keuntungan, dari aspek ini PIP-NUSRA merupakan satu-satunya perguruan tinggi di NTB bahkan di Nusa Tenggara, wilayah NTB atau Nusa Tenggara  merupakan daerah maritim, namun tidak ada perguruan tinggi maritim, hal ini akan dapat meberikan keuntungan bagi perkembangan PIP-NUSRA. Kedua, dari aspek keuntungan, PIP-NUSRA memiliki out put yang jelas, karena beberapa perusahaan pelayaran sudah mendapatkan dukungan, sehingga PIP-NUSRA kedepan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.sedangkan dari aspek ancaman, untuk saat ini bagi PIP-NUSRA, ancaman ini tentu akan berkembang sesuai dengan tingkat persaingan perguruan tinggi, namun ancaman tersebut, masih dalam tahap yang wajar, misalkan kurangnya sumber daya manusia, dan tidak memiliki jaringan yang luas seperti perguruan tinggi lainnya. Akan tetatapi tidak dapat dipungkiri, meskipun sebagai perguruan tinggi satu-satunya di NTB, ancaman eksternal berupa persaingan globalisasi pendidikan pasti akan selalu ada.

Berangkat dari analisis swot analisis, sebagai lembaga satu-satunya yang akan mencetak SDM kemaritiman setingkat perguruan tinggi,maka keberadaan Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara PIP-NUSRA akan dapat membantu perkembangan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat yang saat ini posisi NTB masih sangat rendah dalam penanganan SDM. Selain sumber daya manusia, keberadaan Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara PIP-NUSRA, jelas akan memberikan arti penting bagi lingkungannya.

Posisi Lembaga Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara memiliki posisi strategis, Potret NTB sebagai daerah maritim, dan ditunjang oleh berbagai potensi sekolah menengah,banyaknya pondok pesantren dan SMK Pelayaran lainnya, maka hal ini akan dapat menopang lajunya perkembangan daya serap dan eksistensi Lembaga Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara PIP-NUSRA.Dari gambaran swot analisis dari pengelolaan institusi dan pembukaan program studi Nautika dan KPN, maka dapat digambarkan dengan jelas bahwa Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara memiliki kekuatan,kelemahan, keuntungan dan ancaman sesuai dengan rasio diatas.

  1. Aspek Spesifikasi
  1. Nomenkelatur  dan Jenjang Program Studi

Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara (PIP-NUSRA) saat ini akanmembuka dua program studi dannomenkelatur, dengan jenjang program studi keilmuan sebagai berikut.

  1. Program Studi Nautika

ProgramStudi Nautika adalah salah satu nomenkelatur jurusan yang akan dibuka oleh Politeknik Ilmu Pelayaran PIP-NUSRA dengan jenjang diploma tiga (DIII) dengan masa studi enam semester (6 semester) atau tiga tahun, dan maksimum masa studi empat sampai lima tahun,. Program studi Nautika diharapkan untuk melatih para taruna pelayaran untuk menjadi calon Perwira Navigasi (Nautika) untuk kapal pelayaran lokal, interinsuler dan pelayaran Samudera .Tugas dan Tanggung Jawab untuk lulusan jurusan Nautika adalah agar dapat membawa kapal niaga dan muatannya dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain dengan aman dan selamat.

Sistem pendidikan menggunakan sistem kredit semester dengan total kredit 110-120 SKS. Pola pengaturan waktu belajar selama masa pendidikan adalah: Semester I s/d IV : Kuliah teori dan praktikum laboratorium di darat (kampus dan pelabuhan). Semester V dan VI : praktek berlayar di kapal (untuk pelayaran dalam dan luar negeri). Sebelum praktek wajib mengikuti Diklat Departemen Perhubungan (Direktorat Jendral Perhubungan Laut) yang terdiri dari Diklat BST (Basic Safety Training); PSCRB (Proficiency in Survival Craft and Rescue Boat); TF (Tanker Familiarization) ; Deck Watchkeeping (Ahli Nautika Tingkat Dasar),Buku Pelaut dari Syahbandar, Paspor dari Imigrasi bagi taruna yang berlayar ke luar negeri (pelayaran Samudera/Internasional)

  1. Jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga

Tujuan umum dari jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan adalah mendidik dan melatih para lulusan SMU/SMK/MA untuk menjadi Ahli Madya Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga/Administrasi Angkutan Laut & Pelabuhan. Tugas dan tanggung jawab untuk lulusan jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga adalah agar dapat mengatur kegiatan di pelabuhan, mempersiapkan kedatangan dan keberangkatan kapal, dokumen-dokumen kapal,bongkar muat barang di pelabuhan.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga adalah memanajemen segala kegiatan di pelabuhan. Ijazah yang diberikan untuk jurusan ini adalah Diploma III (A.Md). Puncak karir lulusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga adalah Diploma III (D3)  bidang Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga. Dibawah ini merupakan pola pengaturan waktu belajar selama masa pendidikan. Semester I s/d V : Kuliah teori dan praktikum Laboratorium di darat (Kampus & Pelabuhan). Semester VI : Praktek Kerja dipelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia dan penulisan laporan akhir dan seminar.

2.      Posisi PS Ditingkat Nasional dan Internasional

  1. Program Studi Nautika

Posisi program studi Nautika ditingkat nasional dan internasional sangat dibutuhkan, ditingkat nasional, kebutuhan indonesia terhadap pelaut sangat tinggi, sedangkan perguruan tinggi pelayaran di indonesia dapat di hitung dengan jari, sehingga sumber daya manusia di indonesia mengalami kekurangan yang sangat tinggi. Indonesia mengalami kekurangan 10.000 pertahun pelaut namun ironisnya perguruan tinggi pelayaran amat minim. Kehadiran Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara, (PIP-NUSRA) dengan program studi Nautika, menyadari betul akan kebutuhan pelaut ditingkat nasional.

Dimasa kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini dengan terbentuknya kabinet indonesia hebat, yang didalamnya sudah terbentuk kementrian maritim, semakin mempertegas bahwa posisi program studi Nautika ditingkat nasional cukup signifikan. Begitupun dengan ditingkat internasional, posisi program studi nautika dalm persaingan global, kebutuhan pelaut semakin tinggi disaat perdagangan internasional lebih banyak melalui transportasi laut, sehingga pelaut akan selalu dibutuhkan dalam perkembangan persaingan global.

  1. Program Studi KPN

Program studi KPN adalah salah satu program yang tidak bisa terpisahkan dari program Nautika, karena program studi KPN denga Nautika saling ketergantungan. dibutuhkan oleh beberapa sahbandar kepelabuhan, maupun seluruh pelayaran di tingkat nasional, program studi KPN merupakan program studi yagng dapat mengatur kegiatan di pelabuhan, mempersiapkan kedatangan dan keberangkatan kapal, dokumen-dokumen kapal,bongkar muat barang di pelabuhan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga adalah memanajemen segala kegiatan di pelabuhan. Ditingkat nasional kebutuhan sarjana KPN sangat tinggi, karena indonesia merupakan salah satu kepulauan yang memiliki kepelabuhan yang sangat banyak, dan banyak dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran  baik ditingkat nasional, internasional.

3.      Keunggulan Dan Karakteristik PS Yang Diusulkan

Sebagai langkah awal keunggulan dan karakteristik dari program studi yang diusulakan lebih mengarah kepada skill atau keterampilan yang mengarah kepada persaingan dunia kerja. Pada era globalisasi dewasa ini, kemajuan ilmu pengetahuan dalam hal kemaritiman mempunyai peran yang sangat penting untuk meraih keberhasilan dalam mencapai keunggulan kompetitif baik di tingkat nasional maupun di tingkat global.

Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang mempunyai keunggulan kompetitif  Politeknik Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara PIP-NUSRA merancang Program Studi yang menghasilkan lulusan yang berkualitas, memiliki keterampilan dibidang manajemen kepelabuhan dan ahli dibidang kenautikaan, dan teknika, program studi yang memiliki out put dan daya serap masa depan yang cerah dimasa depan.

  1. Sasaran dan Keunggulan
  1. Bagi jurusan Nautika, keunggulan yang dimiliki oleh jurusan tersebut adalahketerampilan menjadi nahkodakapal dengan trampil, selain terampil dalam membawa kapal sampai tujuan dengan selamat, jurusan nautika juga bisa bekerja di darat seperti di pelabuhan-pelabuhan di seluruh pelayaran yang ada di indonesia. Selain itu Program Studi Nautika sedang dibutuhkan ditingkat lokal, nasional, internasional, dan daerah pada tingkat lokal, NTB sedang menjadi tujuan seluruh dunia, baik dalam perdagangan maupun parawisata, indikator yang lain, perdagangan lintas daerah dan luar negeri saat ini dibeberapa Negara sedang berkembang.
  2. Bagi jurusan KPN, keunggulan dan karakteristik yang dimiliki oleh Program Studi KPN berbeda dengan Program Studi Nautika, Keunggulan Program Studi KPN lebih mengarah pada skill atau keterampilan. Yaitu diantaranya ahli dalam manajmen kepelabuhan, ahli dalam administrasi kepelabuhan. Program Studi KPN juga dapat bekerja di laut maupun didarat, dilaut KPN tidak selamanya ia menjadi seorang administratur kepelabuhan, namun ia bisa bekerja di laut, jika ia sdh memiliki keterampilan seperti pelaut-pelaut lainnya

4.      Hubungan PS yang diusulkan dengan PS lainnya pada pada istitusi pengusul (60% perbedaan kurikuum)

Hubungan program studi Nautika dengan program studi KPN memiliki keterkaitan yang saling mengikat atau hubungan simbiosis mutualisme yaitu antara program studi nautika dengan KPN memiliki keterkaitan yang erat. Kedua program studi ini saling ketergantungan hal ini dapat dilihat dari dua hal yaitu program studi nautika dibidang navigasi yang akan mengemudikan atau mengendalikan kapal atau memiliki keahlian/keterampilan menjadi seorang kapten kapal. Sedangkan program studi KPN konsentrasinya kearah bidang kepelabuhanan dimana kedua program studi ini satu dengan yang lainnya saling melengkapi.

Kedua program studi ini baik nautika maupun KPN merupakan satu kesatuan yang tidak terpisakan dari aspek kurikulum. Dimana konsentartsi program studi ini memiliki perbedaan keilmuan. Pada program studi nautika memiliki mata kuliah keahlian dan keterampilan (MKK) yang lebih banyak diaplikasikan langsung, mata kuliah yang dimaksud diantaranya matematika, fisika terapan, permesinan kapal, transportasi laut, port terminal operation dan lainsebagainya.

Adapun program studi KPN memiliki mata kluliah keahlian dan keterampilan (MKK) dimana mata kuliah ini lebih banyak mengarah pada kealian manajemen kepelabuhanan administrator pelabuhan/manajerial perusahaan pelayaran. Mata kuliah yang dimaksud dari program KPN diantaranya (1) sumber daya kelautan, (2) pengan tar ilmu ekonomi, (3) dasardasar akuntansi, (4) pengantar pelayaran miaga, (5) pengantar ken autikaan, dan (6) nautika ekonomi.

Dari pemaparan hubungan dan perbedaan kurikulum antara program studi nautika maupun KPN dapat dijelaskan sesuai dengan konsentrasi program studi masing-masing. [] - 05

 



 
KM. Sambang Kampung

KM. Sambang Kampung

Bercita-cita membangun Agro Mart HP. 081917979038 Anggota Kampng Media Sambang Kampung : 1. MASYHURI, SE.MM. 2. SALMAN ALFARISI. SE.MM. 3.ZUHROTUL AINI, AMd. KL. 4. M. HUSNUL FIKRI, ST. 5. NADIA PUJI LESTARI

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan