logoblog

Cari

Manajemen Pendidikan Indonesia

Manajemen Pendidikan Indonesia

Manajemen Pendidikan Indonesia Oleh : JAMILUDDIN**) Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM bangsa tersebut. Kualitas SDM tergantung pada tingkat pendidikan masing-masing

Pendidikan

JAMILUDDIN
Oleh JAMILUDDIN
03 Maret, 2015 05:30:38
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 16157 Kali

Manajemen Pendidikan Indonesia

Oleh : JAMILUDDIN**)

Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM bangsa tersebut. Kualitas SDM tergantung pada tingkat pendidikan masing-masing individu pembentuk bangsa. Pendidikan yang visioner, memiliki misi yang jelas akan menghasilkan keluaran yang berkualitas. Dari sanalah pentingnya manajemen pendidikan diterapkan.

Manajemen pendidikan merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan keluaran yang diinginkan. Kenyataannya, banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya.

Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan tertinggal dari modernitas. Hal ini mengakibatkan sasaran-sasaran ideal pendidikan yang seharusnya bisa dipenuhi ternyata tidak bisa diwujudkan. Parahnya, terkadang para pengelola pendidikan tidak menyadari akan hal itu.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan, perpustakaan, laboratorium, dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam perkembangannya, manajemen pendidikan memerlukan Good Management Practice untuk pengelolaannya. Tetapi pada prakteknya, ini masih merupakan suatu hal yang ekselusif. Banyak penyelenggara pendidikan yang beranggapan bahwa hal tersebut bukanlah suatu hal yang penting. Dari uraian singkat diatas lalu timbul pertanyaan bagaimana cara mewujudkan manajemen pendidikan yang baik agar tujuan pendidikan dapat tercapai ?.

Menurut Komarudin, manajemen dapat diartikan sebagai aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya (Komarudin;1990) Sebagai suatu fungsi manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan. Selanjutnya manajemen bisa disebut sebagai suatu sistem, yaitu suatu kerangka kerja yang terdiri dari komponen secara keseluruhan saling berkaitan dan terorganisasi dalam rangka mencapai tujuan.

Manajemen strategis merupakan penerapan pemikiran strategis dalam memimpin suatu lembaga. Dalam hal ini mengandung tiga hal : (1). Mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan akhir,   (2). Memahami lingkungan, dan (3) kreatifitas dalam mengembangkan tanggapan yang efektif.

Manajemen tidak terbatasi pemanfaatannya hanya untuk kepala sekolah saja atau eksekutif kepala sekolah, tetapi ia juga dapat dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh mereka yang bertanggung jawab terhadap pengembangan sekolah. Oleh sebab itu keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah merupakan suatu keharusan.

 

Baca Juga :


Peran komite sekolah dalam me-manage pendidikan

Dalam sistem desentralisasi sekarang ini untuk menentukan keberhasilan sekolah keberadaan komite sekolah juga mempunyai peranan penting dan merupakan faktor strategis. Pada prinsipnya komite sekolah mempunyai peran dan tugas yang berat pula. Karena ia harus; pertama, mampu mewadahi dan meningkatkan partisipasi para stakeholders pendidikan pada tingkat sekolah untuk turut serta merumuskan, menetapkan melaksanakan dan memonitoring pelaksanaan kebijakan sekolah dan pertanggungjawaban yang terfokus pada kualitas pelayanan peserta didik secara proporsional dan terbuka. Kedua, mewadahi partisipasi para stakeholders untuk turut serta dalam manajemen sekolah sesuai dengan peran dan fungsi, berkenaan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program sekolah secara proporsional. Ketiga, mewadahi partisipasi baik individu maupun kelompok sukarela (volountir), pemerhati atau pakar pendidikan yang peduli kepada kualitas pendidikan, secara proporsional dan profesional selaras dengan kebutuhan sekolah. Keempat, menjembatani dan turut serta memasyarakatkan kebijakan sekolah kepada pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dan kewenangan dengan sekolah.

Peran kepala sekolah dalam me-manage sekolah

Faktor terpenting dalam kegiatan menggerakkan orang lain untuk menjalankan administrasi atau manajemen adalah kepemimpinan (leadership). Mengapa demikian? Sebab, kepemimpinanlah yang menentukan arah dan tujuan, memberikan bimbingan dan menciptakan iklim kerja yang mendukung pelaksanaan proses administrasi secara keseluruhan. Kesalahan dalam kepemimpinan dapat mengakibtakan gagalnya organisasi (lembaga) dalam menjalankan misinya

Sebagai pemimpin di lingkungannya, kepala sekolah tidak hanya wajib melaksanakan tugas-tugas administratif tapi juga menyangkut tugas-tugas bagaimana harus mengatur seluruh program sekolah. Dia harus mampu memimpin dan mengarahkan aspek-aspek baik administratif maupun proses kependidikan di sekolahnya, sehingga sekolah yang dipimpinnya menjadi dinamis dan dialektis dalam usaha inovasi. Peranan kepemimpinannya di sekolah harus digerakkan sedemikian rupa sehingga pengaruhnya dapat dirasakan di kalangan staf dan pendidik-pendidik langsung atau tidak langsung. Oleh karenanya, perilakunya sebagai orang yang memegang kunci dalam perbaikan administrasi dan pengajaran harus mampu menggerakkan kegiatan-kegiatan dalam rangka inovasi di bidang metode pengakaran, teknik mengajar, dalam mencobakan ide-ide baru dan mencobakan praktek baru, serta dalam bentuk manajemen kelas yang lebih efektif dan sebagainya.

Bertolak dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa untuk menyongsong masa depan pendidikan sekolah dalam kehidupan suatu bangsa diperlukan suatu manajemen yang handal dan tepat sasaran. Hal ini dapat ditempuh dengan cara pemanfaatan sumber daya manusia secara proporsional dan profesional yang ada dalam sekolah.

Oleh karenanya, komite dan kepala sekolah merupakan institusi yang berada dalam lingkungan sekolah harus mampu membenahi dan membawa sekolah untuk menyongsong masa depan pendidikan yang berkualitas. Keterlibatannya dapat direalisasikan melalui “kesadaran dan kepedulian melakukan aktivitas-aktivitas turut serta dalam mengambil keputusan, melaksanakan dan mengevaluasi keputusan dalam usaha program pendidikan di sekolah secara proporsional dan profesional yang dilandasi kesepakatan”. [] - 05

**) Penulis Guru SMPN 3 Praya Tengah, Alumni Pasca Sarjana MMUGM Yogyakarta



 
JAMILUDDIN

JAMILUDDIN

Guru SMPN 3 Praya Tengah , alumin MMUGM Yogyakarta 2013 Program Studi Magister Manajemen, konsentarsi Kepengawasan Pendidikan

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan