logoblog

Cari

Sulistyo Ngaku Mundur Karena Dipaksa

Sulistyo Ngaku Mundur Karena Dipaksa

Lika-liku desak pengunduran diri H Sulistyo dari jabatan Kepala SMAN 1 Monta, berawal dari kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum wakasek

Pendidikan

KM Bolo
Oleh KM Bolo
11 Februari, 2015 06:31:17
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 8093 Kali

Lika-liku desak pengunduran diri H Sulistyo dari jabatan Kepala SMAN 1 Monta, berawal dari kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum wakasek kesiswaan, hingga mencuat ke persoalan manajemen dana BOS maupun beberapa hal lainnya. Namun adanya desakan dalam pengunduran dirinya itu, tiada lain adalah ‘permainan’ politik. Meski demikian, Sulistyo bukan berarti tak mau melawan, tetapi langkah yang diambilnya itu adalah suatu solusi agar persoalan yang terus menggoyang dunia pendidikan di SMAN 1 Monta, diharapkan bisa redah.

KM-Bolo—“Saya mundur dari jabatan Kepala SMAN 1 Monta itu, karena dipaksa oleh pendemo. Saat itu, semua orang tidak ada yang membela saya, termasuk komite. Sedangkan dua orang wakasek yakni Ilham dan Yusuf yang mendampingi saya di Kantor UPT Dikpora, hanya diam saja saat aktivis KP2M memaksa saya menandatangani surat pengunduran diri,” ujar Sulistyo, menyusul beberapa hari munculnya penekanan itu.

            Dia mengatakan, waktu itu dirinya tidak ada pilihan lain, kecuali menuruti keinginan mereka (aktivis). Sebaliknya, jika tidak ditandatangani, maka suasana panas di dalam Kantor UPT Dikpora Monta, tidak akan selesai. “Kendati demikian, baru saya mundur dari jabatan ini setelah UN kelas tiga,” jelasnya.

            Sulistyo menilai, aksi demo yang dilakukan Komunitas Pemerhati Pendidikan Monta (KP2M) kemarin, sesungguhnya bernuansa politis. Karena dibalik aksi mereka, ada oknum yang menunggangi. “Tetapi semua itu tidak masalah, mungkin ini yang terbaik untuk saya maupun orang banyak,” katanya.

 

Baca Juga :


            Sulis juga menjelaskan, menyangkut tuduhan mereka tentang siswa yang mengkonsumsi obat tramadol dan dana BOS, itu semua tidak benar. “Jangan hanya berbicara saja. Kalau ada bukti tunjukan. Termasuk persoalan pelecehan seksual dilakukan oknum wakasek. Bukan serta merta saya selaku kepala sekolah yang dikambinghitamkan,” cetusnya.

            Ia melihat, persoalan ini diibaratkan permainan catur. Dalam partai pertama, saya kalah 1-0 dari lawan. Namun masih ada partai kedua. “Jika saya mau pada permainan kedua ini, saya bisa membuat menjadi remis (imbang). Bahkan bisa mengungguli permainan mereka,” tandas Sulistyo.(erik) - 01



 
KM Bolo

KM Bolo

Koordinator: SURYADIN Alamat : Jl. Lintas Sumbawa No.53 Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Prov. NTB Admin: Agus Setiawan (082339467728) email:kmbolo@ymail.com Kontak Person: 085-25332-3535 ANGGOTA: Didin, Buhari, Rahmi, Can

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan