logoblog

Cari

Tutup Iklan

Warga Monta Tolak Kepsek Baru

Warga Monta Tolak Kepsek Baru

KM RUNGGU,-Kebijakan Bupati Bima Drs H Syafruddin H M Nur MPd, melakukan mutasi Kepsek pada tanggal 1 Desember 2014 tidak berjalan

Pendidikan

KM Monggo Runggu
Oleh KM Monggo Runggu
18 Desember, 2014 17:16:21
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 6089 Kali

KM RUNGGU,-Kebijakan Bupati Bima Drs H Syafruddin H M Nur MPd, melakukan mutasi Kepsek pada tanggal 1 Desember 2014 tidak berjalan mulus akan tetapi   menuai protes dari warga Desa Monta Kecamatan Monta.

            Nasaruddin SPd, guru dan warga setempat mengatakan kepada KM RUNGGU   bahwa menempatan Kalisom SPd dari Desa Sakuru sebagai kepala sekolah yang baru di SDN Inpres Monta tidak diterima. “Mendengar Kepseknya orang diluar Monta, maka keesokan hari atau setelah paska pelantikan, masyarakat bereaksi dengan memasang spanduk penolakan kepsek yang baru,” ujar Nasarudin, kemarin di Monta

            Penolakan terhadap Kalisom, terangnya, bahwa sebelumnya Kalisom pernah mengajar di sekolah setempat selama lebih kurang 11 tahun. “Orangnya malas, datang mengajar dua sampai tiga kali sebulan.  Jadi, kepsek orang luar Monta hanya  dating sebagai orang buangan sehingga kepemimpinnanya selalu tertutup,” ungkap guru Olah Raga itu.

            Lanjutnya, sejak masa kepemimpinan Mukdar SPd, sampai Aisyah SPd di Inpres Monta tidak membuahkan peningkatan kualitas pendidikan bahkan lebih banyak kejelekannya. Seperti masalah administrasi keuangan, selalu tertutup. “Menurut kami, sudah layak orang Monta jadi Kepsek di desa setempat karena memang sudah layak dengan golongan IV, dan tinggal 3 tahun aktif setelah itu pensiun,” Pungkas Nasaruddin.

 

Baca Juga :


            Terkait dengan penolakan Kepsek, Anggota DPRD Kabupaten Bima asal Desa Monta, Ismail SAg mengatakan masalah penolakan kepsek yang baru sudah dibicarakan dengan sekcam Monta pada saat pembukaan MQ tingkat desa setempat beberapa waktu lalu. “Saya dan Sekcam sudah bicarakan masalah tersebut, dan akan menindaklanjuti bahkan akan mempelajari akar persoalannya. Setelah itu, baru dicarikan solusinya,” Pungkas Ismail. (Ris)  - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan