logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kurikulum 2013 Gagal, Benarkah?

Kurikulum 2013 Gagal, Benarkah?

Pendidikan Indonesia kembali dibuat Galau akhir-akhir ini dimulai dari pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pemberhentian Kurikulum 2013. Sangat disesalkan

Pendidikan

KM. Mutiara
Oleh KM. Mutiara
10 Desember, 2014 20:03:37
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 4927 Kali

Pendidikan Indonesia kembali dibuat Galau akhir-akhir ini dimulai dari pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pemberhentian Kurikulum 2013. Sangat disesalkan memang kurikulum yang katanya sangat luar biasa yang digagas menteri pendidikan dan kebudayaan M.Nuh yang sangat berharap kurikulum baru ini akan menjawab tantangan dan permasalahan pendidikan Indonesia selama ini. Indonesia memang untuk kesekian kalinya melaksanakan pergantian terhadap kurikulum, mulai dari memperbaiki dan menyempurnakan kurikulum yang lama sampai melakukan eksperimen dan evluasi untuk pengembangan kurikulum yang sesuai tepat untuk pendidikan Indonesia yang mampu bersaing dalam tantangan globalisasi. Tahun 2014 ini Kurikulum 2013 telah di umumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Ada beberapa perubahan yang sangat signifikan yakni penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris pada tingkat SD, serta pendekatan tematik integratif yang katanya pada pendekatan ini siswa akan belajar dengan tema yang akan dikombinasikan dengan mata pelajaran, yaitu PPKN, Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Pendidikan jasmani, dengan point pokok bahwa setiap pesrta didik harus mampu memiliki hal tersebut diatas. Jika menganalisis terkait Kurikulum 2013 ini, sebenarnya kurikulum ini sudah di berlakukan dibeberapa Negara di dunia seperti di Finlandia, Jerman dan Prancis. Jika melihat laju perkembangan pendidikan di Negara-negara tersebut diatas sudah tentu kurikulum 2013 sangatlah bagus untuk di terapkan di Indonesia dan bersaing dengan Negara-negara yang lebih dahulu menerapkan kurikulum ini. Tetapi perlu kita menengok kembali bahwa apakah kurikulum ini memang tepat untuk diterapkan di Indonesia jika melihat dari keadaan dan potensi lingkungn Negara Indonesia yang bisa kita katakan masih jauh tertinggal jika di bandingkan dengan Negara-Negara di atas yang sudah sangat maju. Pertanyaan besarnya adalah mampu tidak kita seperti mereka? Kurikulum di Indonesia diatur dan dikontrol oleh pemerintah pusat yang tentunya hanya bisa diubah oleh pemerintah. Ini menyebabkan masyarakat yang dalam hal ini adalah orang tua wali peserta didik hanya menjadi konsumen pendidikan, buktinya adalah orang tua/ wali tidak dibiarkan terlibat dalam mengembangkan dan pembuatan kurikulum, sehingga pertanyaan besar bahwa bagaimana barometer kurikulum dikatakan berhasil atau tidak? Ataukah cukup dengan hasil UN setiap tahunnya? Jika melihat perjalanan kurikulum di Indonesia, sebenarnya kita sudah sering brgonta-ganti kurikulum. Tentunya ini menjadi evaluasi untuk menyempurnakan kurikulum-kurikulum selanjutnya, tapi melihat sikap pemerintah hari ini dengan begitu cepat kurikulum 2013 di berhentikan menjadi pertanyaan besar public, bahwa ada apa dengan wajah pendidikan Indonesia hari ini? Apakah karena kurikulum ini adalah kurikulum adopsi dari Negara lain lantas menjadikan Negara kita anti dengan kurikulum ini? Memang tidak secepat itu kita menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan diatas. Namun menerapkan kurikulum dari negara maju bukannya sah-sah saja selama diterapkan dengan benar dan tepat sasaran. Lantas tentunya kita juga harus siap mengadopsi sistem negara mereka yang memang kondisi pendidikan didukung baik oleh sarana dan prasarana, serta guru yang memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman yang baik. Secara kasat mata kita bisa melihat bahwa pendidikan kita belum merata. Di desa dan di kota sangat berbeda dari segi fasilitas, guru dan lingkungan. UN misalnya yang menjadi acuan dari system pendidikan di Indonesia sudah dari dulu disuarakan oleh para aktivis pendidikan bahwa itu tidak serta merta menjadi barometer pendidikan di Indonesia. Ini di akibatkan oleh tidak meratanya penidikan di Negara kita. Selama ini acuan pemerintah pusat adalah pendidikan-pendidikan besar di kota sedangkan sekolah yang di pinggir desa tidak pernah dilihat baik dari segi kelyakan sarana dan sebagainya. Dalam hal fasilitas misalnya, kita masih tertinggal jauh dengan negara maju seperti Finlandia, terutama dalam hal fasilitas sekolah dalam mendukung kegiatan belajar seperti laboratorium bahasa, sains dan lainnya. Tanpa fasilitas yang memadai sangat sulit untuk menelurkan siswa berprestasi di bidangnya. Jadi, sudah tentu ini menjadi permasalahan dalam penerapan kurikulum 2013 ini. Berbicara tentang guru, dalam kurikulum 2013 ini guru ditunjtut untuk berperan aktif dalam hal menjalankan kurikulum ini. Sosialisai tentang Kurikulum 2013 ini sangat penting dan sudah sering dijalankan meskipun itu tidak merata kesemua lembaga pendidikan. Sudah tentu bhwa tanpa pengetahuan yang cukup terkait kurimulum ini guru-guru akan merasa kebingungan dan sulit mengaplikasikan kurikulum ini. Terlebih lagi dalam kurikulum ini guru dituntut lebih mandiri dan aktif menciptakan bahan dalam mata pelajarannya. Dalam Kurikulum 2013 guru dituntut melakukan tiga hal yaitu guide, teach, explain. Guru diharapkan dapat membimbing (guide) siswa, mengajarkan mereka dan menjelaskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Jadi tidak sebatas mengeluarkan isi buku dan dimasukkan ke kepala siswa, tetapi peran aktif guru lebih dituntut untuk menuntun siswa mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapat di sekolah. Konsep dan teluran kurikulum 2013 tentunya sangat luar biasa jika kita melihat ketiga aspek tersebut diatas. Tetapi perlu di cermati pula bahwa dalam mengaplikasikan ketiga aspek diatas dalam proses belajar mengajar tentuya sangat sulit dilakukan mengingat selama ini guru hanya dituntut untuk mengajar peserta didik, selama ini yang diketemukan dilapangan adalah peserta didik tidak hanya memiliki watak dan karakter yang sama melainkan berbeda tentunya jika guru disamping mengajar juga harus membimbing mereka dan memetakkan keinginan setiap individu peserta didik tentunya mustahil akan dilakukan oleh setiap guru. Lain lagi jika berbicara terkait fasilitas dan sarana pendukung, yang menjadi keluhan beberapa bulan itu yang mulai muncul dipermukaan media adalah tentang buku pelajaran kurikulum 2013, ada yang belajar menggunakan buku fotokopi, kemudian belajar memakai buku lama dan masih banyak lagi, seolah-olah kurikulum 2013 ini dipaksakan keberadaannya di Indonesia. Hai ini entah kita mau menyalahkan siapa, pemerintah yang dalam hal ini sebagai pemegang kebijakan ataukah pelaksana kurikulum yang dalam hal ini sekolah-sekolah yang belum siap dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ini. Menulis permasalahan sedikit demi sedikit kurikulum 2013 ini tentunya tidak akan habis-habisnya, maka yang lebih terpenting sekarang adalah bagaimana solusi yang tepat terkait permasalahan ini. Saling menyalahkan tentunya bukan solusi yang terbaik untuk permasalahan ini. Sebagai warga Negara yang mencintai Negaranya keterlibatan pihak ketiga seperti orang tua, bahkan kita semua sebagai masyarakat juga harus dipikirkan ke depan. Kita semua dan peran orang tua harus diajak terlibat dengan pendidikan anak agar mereka mengerti akan apa yang dibutuhkan anak. Dalam hal ini pihak sekolah memiliki peran menghubungkan orang tua dan guru, sehingga bakat anak bisa tersalurkan dengan tepat. Orang tua tentu mengetahui bakat anak lebih baik dari guru. Jadi tugas orang tua adalah berkoordinasi dengan guru melalui keterlibatan dalam evaluasi. Nantinya ini bisa menjadi masukan bagi guru dan juga pemerintah dalam hal evaluasi kurikulum. Semoga!

 

Baca Juga :




 
KM. Mutiara

KM. Mutiara

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan