logoblog

Cari

Pelatihan Kepemimpinan dan Pengarusutamaan Gender

Pelatihan Kepemimpinan dan Pengarusutamaan Gender

Nampaknya tema yang satu ini cukup menggairahkan untuk dibahas dan tidak mengenal rasa jenuh untuk diperdebatkan terutama di kalangan pemuda. Antara

Pendidikan

eva lestari
Oleh eva lestari
24 November, 2014 13:44:37
Pendidikan
Komentar: 2
Dibaca: 8369 Kali

Nampaknya tema yang satu ini cukup menggairahkan untuk dibahas dan tidak mengenal rasa jenuh untuk diperdebatkan terutama di kalangan pemuda. Antara kata-kata pemimpin dan gender, jika membahas masalah pemimipin pasti yang terlintas dibenak kita adalah pemimpin itu pastinya adalah ia seorang laki-laki tulen, bukan perempuan dan bukan pula berjenis kelamin ganda. Namun semenjak issu gender digaungkan pada abad pertengahan di Eropa, membuka kembali sejarah feminisme di zaman keIslaman. Gerakan feminis pada mulanya adalah  gerakan yang dilakukan sekelompok aktivis perempuan barat, yang kemudian lambat laun menjadi gelombang akademik di universitas-universitas, termasuk  negara-negara Islam, melalui program ”woman studies”.  Gerakan perempuan  telah mendapat “restu”  dari  Perserikatan Bangsa Bangsa perempuan dengan dikeluarkannya  CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women). Negara dan lembaga serta organisasi-organisasi di dunia terus mendukung gerakan-gerakan perempuan , walaupun  menurut Khan dukungan tersebut memiliki efek negatif bagi gerakan perempuan karena aktivis perempuan telah kehilangan sudut pandang politik (political edge) dan juga untuk beberapa kasus telah kehilangan komitmennya. Kaum perempuan yang selalu mendapat penindasan demi penindasan bahkan dianggap sebagai biang dosa, sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk menunjukkan dirinya bahkan tidak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang manusia. Terlalu banyak tinta hitam dunia dalam melukiskan sejarah penindasan kaum hawa. Bahkan sejarah mencatat bahwa penindasan terhadap kaum hawa atau perempuan sudah ada sejak zaman para Nabi.

Terlepas dari itu, jika melihat kedudukan perempuan dalam konteks keIndonesiaan, maka hal yang pertama dilihat adalah sistem. Terkait dengan sistem yang dianut oleh Indonesia adalah Demokrasi, maka dapat kita definisikan Demokrasi adalah sebuah instrument perubahan dalam upaya peningkatan kesejahteraan warga negara, keterlibatan warga negara menuju sebuah perubahan. Dalam konteks ini peran serta masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terlibat secara aktif dalam proses penyusunan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, dan evaluasi kebijakan. Proses perubahan yang terjadi tidak memandang sebelah mata, entah laki-laki maupun perempuan.

Di masa pemerintahan saat ini pengambilan kebijakan sudah terjadi keseimbangan antara laki-laki dan perempuan walau laki-laki masih mempunyai kedominanan dalam posisi pengambilan kebijakan yang lebih strategis. Sedangkan dalam konteks hukum alam, waktu akan terus berubah, estapet pemerintahan pun akan terus bergulir kepada generasi bangsa dan Negara. Sebagai generasi bangsa dan Negara tidak ada yang lain selain diserahkan kepada pemuda-pemudi yang memiliki jiwa kepemimpinan terhadap diri dan bangsanya.

Dalam konteks pemerintahan dan pembangunan demokrasi tingkat lokal masih saja ambigu dalam menentukan langkah untuk mendorong perubahan demokrasi di tingkat lokal. Rendahnya keterlibatan kelompok kaum perempuan dalam musyawarah, forum-forum kegiatan dan lembaga perwakilan warga menunjukkan perkembangan demokrasi di tingkat masih sangat jauh dari harapan bangsa dan itu akan berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan. jika melihat issu gender di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lombok Barat, dusun Tempos Daye, Kecamatan Gerung. Mengenai kepemimpinan dan gender di tingkat Kabupaten, issu gsender menjadi hal yang urgen dan menjadi perdebatan hangat teruatama dikalangan pemuda lingkar kawasan hutan. Yangmana posisi perempuan di daerah pedesaan lebih cenderung dianggap sebagai aib dan tidak diberikan hak-haknya sebagai seorang perempuan. Kaum hawa di daerah pedesaan lebih terikat kuat dengan adat istiadat setempat, sehingga kedudukan wanita ditingkat desa dianggap lebih rendah daripada laki-laki, dan mau tidak mau harus harus tunduk dengan aturan desa.

Maka, tidak mengherankan kaum perempuan di lingkar kawasan hutan begitu apatis terhadap persoalan yang terjadi di negaranya dan keterlibatan kaum perempuan di kegiatan-kegiatan forum diskusi masih sangat sedikit dan dalam menyuarakan pendapatnya. Terkait demokrasi sebagai instrumen perubahan pemerintahan, pemuda-pemudi sebagai generasi bangsa perlu diadakan kegaitan-kegiatan yang berkelanjutan untuk memupuk mental dalam menyiapkan diri dan berani menyuarakan haknya dalam pembangunan daerah

Oleh karena itu, pemuda yang tergabung dalam Pengembangan forum demokrAsi untuK pemudA lingkaR kawaSan hutAn (PRA-KARSA) bekerjasama dengan LSM Yayasan Kerja Pemukiman Rakyat (YKPR ) yang di prakarsai oleh Bapak Syarifuddin selaku direktur YKPR NTB, mengadakan serangkaian kegiatan desa seperti mengadakan pelatihan dan diskusi untuk pemuda lingkar kawasan dengan tema-tema kepemudaan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan pemuda lingkar kawasan dalam pengembangan demokrasi, pemberian penghargaan terhadap perempuan dan pengelolaan sumber daya alam.

 

Baca Juga :


Tepatnya hari minggu, tanggal 23 November 2014 jam 09.00 pagi, para pemuda yang tergabung dalam PRA-KARSA kembali mengadakan pelatihan dengan tema “Kepemimpinan dan Pengarusutamaan Gender”  yang bertempat di kantor desa Tempos, dusun Tempos Daye, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Dalam kegiatan pelatihan ini, yang menjadi narasumber adalah Dian Aryani pengurus LSM Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI). Dalam kegiatan ini, dihadiri oleh pemuda-pemudi setempat. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu memperkenalkan wawasan umum tentang kepemimpinan dan Pengarusutamaan Gender; Meningkatkan pengetahuan pemuda tentang prinsip-prinsip kepemimpinan dan Pengarusutamaan Gender.[] - 05

 

 



 
eva lestari

eva lestari

nama Eva Lestari, alamat Lingkungan Kebun Duren, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. No. Handphone 085333915894. disarankan oleh KM Narmada.

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    24 November, 2014

    memang saatnya kita persiapkan pemimpin-pemimpin yang handal melalui pelatihan kepemimpinan dan kesetaraan gender.


  • Kampung Media

    Kampung Media

    24 November, 2014

    Jangan gunakah HURUF KAPITAL pada judul. Terimakasih dan salam dari kampung


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan