logoblog

Cari

Penutup Syawal Di Ujung Timur

Penutup Syawal Di Ujung Timur

Momentum yang baik ini tidak harus disia-siakan oleh organisasi profesi yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lombok Timur dengan mengadakan acara

Pendidikan

KM Sambalia
Oleh KM Sambalia
26 Agustus, 2014 08:12:36
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 6932 Kali

Momentum yang baik ini tidak harus disia-siakan oleh organisasi profesi yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lombok Timur dengan mengadakan acara Halal Bihalal Akbar di Masjid Agung Almujahidin Selong pada hari Senin 25 Agustus 2014 bertepatan dengan 29 Syawal 1435 H pukul 09.30 wita yang merupakan akhir bulan syawal  di ujung timur pulau Lombok yang dihadiri oleh Sekda Lotim yang mewakili Bupati, Ketua PGRI Prop. NTB, Pengurus PGRI Lotim dan Instansi-instansi terkait. Dalam sambutan ketua PGRI Lotim atau Sekdis Dikpora Lotim yang sekaligus sebagai ketua panitia Halal Bihalal Mahsin, S.Pd,MM tersebut mengungkapkan beberapa hal yang menjadi harapan kekuatan PGRI kedepannya yaitu membangun ukhuwah Islamiah, membangun kebersamaan, kekompakan dan persatuan PGRI dengan pemerintah daerah dan  membangun komitmen kebersamaan di tubuh PGRI sebagai wadah kekuatan dalam memberikan corak yang menarik dan perubah masa depan Lombok Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya sesauai dengan tujuan Bupati Lombok Timur Dr.H.Moh. Ali Bin Dahlan,SH,MH dalam menjalankan roda pemerintahannya harus mengutamakan pembangunan yang pro kerakyatan.

Dalam acara tersebut Drs.H.Ali Rahim,M.Pd dalam sambutannya memberikan pencerahan pada para guru yang hadir namun sebelum menjelaskan panjang lebar Ali Rahim memohon maaf atas keterlambatannya hadir pada acara tersebut disebabkan adanya rapat koordinasi dengan Gubernur NTB TGH Dr.H.Zainul Majdi, MA terkait pemeriksaan urin untuk semua pejabat SKPD Pemprop NTB yang menurutnya memiliki kaitan dengan Kurikulum 2013 yaitu merubah karakter bangsa menuju manusia yang bersih dan berakhlak mulia dalam membangun daerah NTB menjadi daerah yang maju dan berbudi pekerti yang sesuai dengan budaya asli dan Islami. Selain itu pula dijelaskan lagi bahwa Kurikulum 2013 adalah Kurikulum yang sangat baik untuk diterapkan dalam mewujudkan manusia yang berbudi pekerti yang baik, akan tetapi kehadiran Kurikulum 2013 terlalu dipaksakan untuk dilaksanakan yang sebenarnya penerapannya dihajatkan pada Tahun Pelajaran 2016/2017 akan tetapi pada tahun ini dipaksakan untuk dilaksanakan padahal sebagian kecil guru saja yang pernah mendapatkan pelatihan (10 %). Sehingga tidak heran jika kepala sekolah pun tidak mengerti dengan Kurikulum 2013 tersebut termasuk istri H.Ali Rahim yang menjabat sebagai kepala sekolah di Kota Mataram sehingga Ali memberikan saran agar kurikulum dapat berjalan laksanakan saja proses belajar mengajarnya sehingg siswa tetap dapat memperoleh pengetahuan dan pendidikan yang diharapkan.

Selain itu juga Kurikulum 2013 mengharuskan siswa belajar dari pukul 07.00 sd pukul 14.00 maka yang menjadi masalah dalam Kurikulum 2013 adalah kesempatan siswa untuk melaksanakan ibadah solat Juhur kurang efektif dan jika dialokasikan untuk melaksanakan solat Juhur maka siswa harus selesai belajar dari sekolah sekitar pukul 14.30 wita. Adapun jika siswa ingin melaksanakan solat Juhur maka tidak semua sekolah memiliki Musolla dan sarana air bersih yang mencukupi untuk melaksanakannya. Karena jumlah sekolah di NTB sekitar 7445, jumlah masjid 5.228 dan jumlah penduduk yang beragama Islam 4.448.000 jiwa. Hal ini harus dipikirkan oleh pemerintah dalam menjalankan perubahan karena selam kurun waktu kemerdekaan menurut Ali Kurikulum sudah berubah sebanyak 10 kali jika dirata-ratakan dengan lama kemerdekaan Indonesia yang kini berusia 69 tahun maka Kurikulum berubah di negeri setiap 7 tahun sekali, sehingga jika diperhatikan perjalan kurikulum yang seumur jagun tidak heran maka anak bangsa banyak yang tidak mengerti dengan apa yang sudah dipelajari. Sehingga guru di Indonesia selalu merasa bingung dengan akhlak dan budi pekerti siswanya yang kurang sopan bahkan tidak jarang siswa yang melawan guru bahkan orang tuanya. Dengan besarnya beban mengajar tersebut maka PGRI berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan guru yaitu dengan diterbitkannya Undang-undang guru nomor 10 tahun 2005 tentang guru profesional dilanjutkan dengan diterbitkannya Undang-undang guru dan dosen tahun 2008 tentang tunjangan profesi. Hal ini menurut Ali dimaksudkan terhadap guru agar memiliki kesamaan tingkat ekonomi, sehingga hajat dari sertifikasi guru adalah yang pertama sebagai pencitraan guru, kedua peningkatan mutu dan yang ketiga kesejahteraan.

 

Baca Juga :


Dalam pertemuan tersebut juga Setda Lotim (Rohman Farly) yang mewakili Bupati Lotim menyampaikan salam Bupati kepada para guru Lotim yang berjumlah 8.320 orang yang hadir di Masjid Agung Almujahidin Selong. Dalam sambutannya Setda menyampaikan visi Lotim yaitu aman, adail dan sejahtera dilandaskan iman dan taqwa dengan ditopang oleh misi yang kuat dalam mewujudkan visi tersebut yang berisi yaitu 1.pembangunan perekonomian yang kuat, 2.meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, 3.miningkatkan infrastruktur yang memadai, 4.meningkatkan pertanian,perkebunan dan kelautan, 5.meningkatkan tata kelola kota, 6.mingkatkan mutu pendidikan yang berakhlak dan bermartabat, 7.meningkatkan iman dan taqwa masyarakat yang agamais, dan 8.meningkatkan keamanan dan ketahan daerah. Itulah inti yang diungkapkan oleh setda Lotim sebagai sambutan atas nama Bupati Lombok Timur dalam acara Halal Bihalal PGRI Lombok Timur.(Alpan) -01



 
KM Sambalia

KM Sambalia

TTL : Sambalia, 24 Februari 2014 anggota : 1.Kadir alpan alaydrus,S.Pd, 2.Adi Jumaidi,spd, 3.Oslan Nusifera, 4.Abdul Qudus,spd, 5.Raihanun,spd Email: kadiralaydrusspd@gmail.com, HP. 081805200292, 087763050848

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan