logoblog

Cari

Keaksaraan Pencetak dan Penyelamat Anak Bangsa

Keaksaraan Pencetak dan Penyelamat Anak Bangsa

Salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia pasca reformasi adalah dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kopeten

Pendidikan

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
06 Agustus, 2014 14:42:59
Pendidikan
Komentar: 1
Dibaca: 8807 Kali

Salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia pasca reformasi adalah dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kopeten agar mampu bersaing dalam pasar global. Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 31 dan Undang- Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara tegas mengamanahkan pentingnya pendidikan nasional bagi seluruh warga Negara Indonesia. Pendidikan ini dapat ditempuh dengan pendidikan Formal , nonformal dan informal. Pendidikan farmal di masyarakat sudah sangat tidak asing lagi namun pendidikan nonformal dan informal masih banyak yang belum mengetahui dan memahami secara menyeluruh.

Pendidikan nonformal sangat penting keberadaannya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sehingga Undang-undang No.20 Tahun 2003 Pasal 26 menjelaskan bahwa :

  1. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
  2. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pembangunan sikap dan kepribadian professional.
  3. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan keaksaraan, pendidikan yang lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
  4. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat dan majelis taklim, serta pendidikan sejenis.
  5. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkanpendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  6. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraanoleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Peran Pendidikan kesetaraan sangat strategis dalam rangka memberikan pengetahuan kepada warga belajar yang putus sekolah dengan berbagai keterbatasan ekonomi, Tenaga Kerja Indonesia diluar negeri, calon Tenaga Kerja Indonesia, masyarakat di daerah-daerah khusus,seperti perbatasan, daerah bencana, daerah terisolir, maka pendidikan kesetaraan sangat membantu dalam memperoleh pendidikan sehingga pendidikan kesetaraan akan mencetak generasi emas anak bangsa dimana saja mereka berada dan dalam keadaan apa saja pendidikan akan terus diberikan.

Factor-faktor yang menyebab anak-anak usia 7-15 tahun belum menuntaskan pendidikan dasar 9 tahunnya adalah:

  1.  tinggal didaerah terpencilatau terisolasi sehingga tiak dapat menjangkau sekolah,
  2. Tidak bersekolah karena alas an ekonomi,
  3. Bekerja mencari nafkah untuk membantu orang tua
  4. Tinggal di masyarakat yang secara budaya belum menganggap pendidikansebagai sesuatu yang penting
  5. Tinggal didaerah bencana/komplik

Melihat kondisi ini maka lahirlah gerakan baru yang dikenal dengan Pendidikan Untuk Semua (PUS) atau Education for All (EFA) merupakan gerakan untuk mengkaitkan dan mensinergikan berbagai program pendidikan yang telah ada yang dilaksanakan oleh berbagai instansi terkai seperti aparat pemerintah, legislative, yudikatif dan masyarakat luas (organisasi dan Lembaga Swadaya masyarakat), baik ditingkat pusat (Nasional), maupun daerah(propinsi, kabupaten/kota) sebagai sebuah komitmen global yang dikenal dengan Kerangka Aksi Dakar 2000 dimana program ini didukung oleh UNESCO.

Gerakan ini lahir karena melihat kondisi pendidikan terutama kaum perempuan yang tidak mengenyam pendidikan dasar sehingga mereka buta huruf dan tidak memiliki akses terhadap media dan teknologi. Gerakan ini adalah sebagai penyelamat generasi bangsa dari keterpurukan memperoleh pendidikan. Kerangka Aksi Dakar tersebut menegaskan visi Deklarasi Dunia tentang Pendidikan Untuk Semua dengan enam komitmen yaitu :

 

Baca Juga :


  1. Memperluas dan meningkatkan kesempatan pendidikan masa kanak-kanak, terutama bagi mereka yang terpinggirkan.
  2. Memastikan bahwa pada tahun 2015 semua anak , terutama perempuan, anak terpinggirkan dan mereka yang menjadi etnis minoritas, memiliki akses terhadap pendidikan dasar yang bermutu.
  3. Memastikan bahwa keperluan untuk belajar dari semua generasi muda maupun dewasa terpenuhi melalui terbukanya akses terhadap segala bentuk pendidikan, baik formal maupun informal.
  4. Meningkatkan melik huruf khus bagi perempuan, serta meningkatkan akses pembelajaran seumur hidup bagi orang dewasa.
  5. Mencapai kesetaraan jender tahun 2015
  6. Meningkatkan semua aspek kualitas pendidikan, baik formal maupun informal.

Dengan program aksi ini diharapkan akan muncul kader-kader pembangunan yang siap menghadapi tantangan era globalisasi yang sarat dengan persaingan disegala bidang. Pendidikan keaksaraan adalah pecetak dan penyelamat generasi bangsa dengan penanggulangan buta aksara, pemberdayaan perempuan, meningkatkan keterampilan dan membentuk karakter masyarakat dengan meningkatkan kecakapan hidup (life skill).

Mewujudkan semua ini tidak segampang membalik telapak tangan sehingga harus ada layanan pendidikan kesetaraan yang memadai diantaranya adalah :

  • Pembelajaran langsung dimana tutor langsung bertatap muka dengan peserta didik
  • Lumbung Sumber daya dilakukan pada kelompok individu yang berkumpul di pusat pembelajaran selanjutnya melakukan pembelajaran
  • Pangkalan belajar yaitu pusat menfasilitasi unit-unit kecil terdekat yang melaksanakan pendidikan Kesetaraan.
  • Layanan pendidikan bergerak (mobile education service) dengan menggunakan mobil atau motor tutor berkeliling dari satu tempat ketempat lain mengunjungi peserta didik baik perseorangan maupun kelompok.
  • E-Learning yaitu pembelajaran secara on line.

Dengan demikian kualitas manusia Indonesia akan menjadi lebih baik dan  mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tumbuh generasi-generasi yang mandiri dan mampu mengolah kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini. Masih banyak hal yang harus dibenahi lagi untuk keaksaraan ini sehingga kami mengajak kepada semua pihak untuk ikut ambil bagian dalam mensukseskan program keaksaran ini. (Masyhuri, SE. MM) - 05

Ilustrasi foto NET



 
KM. Sambang Kampung

KM. Sambang Kampung

Bercita-cita membangun Agro Mart HP. 081917979038 Anggota Kampng Media Sambang Kampung : 1. MASYHURI, SE.MM. 2. SALMAN ALFARISI. SE.MM. 3.ZUHROTUL AINI, AMd. KL. 4. M. HUSNUL FIKRI, ST. 5. NADIA PUJI LESTARI

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    07 Agustus, 2014

    kalau betul pemerintah mau serius memberantas buta huruf, saya kira tidak sulit. caranya mari kita data berapa jumlah warga yang bisa baca tulis, lalu di data juga berapa jumlah warga yang masih usia produktif. jumlah yang tidak bisa baca di bagi dengan jumlah yang bisa baca dan itu menjadi tanggungjawab masing-masing, lalu di suport oleh pemerintah atas segala pembiayaannya. tidak perlu melalui proses yang njlimet seperti PKBM, Yayasan dll. karena itu tidak efektif karena mereka berorientasi projeck.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan