logoblog

Cari

Silaturrahim Idul Fitri

Silaturrahim Idul Fitri

KM.Baglonrensa مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali kepada fitrah (suci) dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang

Pendidikan

KM-Bagek laek
Oleh KM-Bagek laek
02 Agustus, 2014 14:36:40
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 4016 Kali

KM.Baglonrensa

مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ الْمَقْبُ

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali kepada fitrah (suci) dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang beruntung dan semoga Allah juga menerima semua amal ibadah kita aamiin.

Tanpa terasa kita sudah ditinggalkan oleh bulan suci ramadhan 1435 H.  Hari Raya Idul Fitri dengan gema takbir kita kumandangkan, tabuhan bedug sebagai symbol kemenangan pun bertalu-talu, kunjung mengunjung sanak keluarga dan hiruk pikuknya acara pulang kampung atau mudik. Begitu indah terasa, saat kita bertemu keluarga, sanak saudara dan para sahabat-sahabat kita juga tetangga-tetangga yang berkumpul bercengkerama dan saat hari raya idul fitri. Ini adalah fenomena dan momentum berharga, karena mungkin hanya ada satu tahun sekali. Dan kita biasa menyebut ini dengan kata SILATURAHMI.

Silaturahmi sudah lazim dan menjadi tradisi di masyarakat kita tidak terkecuali di SMA Negeri 1 Sakra demikian diantara kata sambutan kepala sekolah mengawali acara Silaturrahim di SMAN 1 Sakra.

Kegiatan ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari acara silaturrahim yang sudah dimulai dari H+3 Idul Fitri yang telah lewat yang  dimulai dengan open house yang diadakan di rumah Drs. L. Zihnan Munir, S. Pd.I., M. Pd. (Kepala Sekolah) yang dikhususkan Dewan Guru dan pegawai dilingkup SMA Negeri 1 Sakra. Kemudian hari ini pukul 07.30 wita acara silaturrahim pun dilanjutkan di sekolah, hadir pada acara ini semua keluarga besar SMA Negeri 1 Sakra, baik dari pimpinan, Dewan Guru, pegawai bahkan dari kalangan alumni pun banyak yang berdatangan.  Acara silaturrahim pagi ini diawali dengan acara yasinan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ust. H. Syamsul Hadi, SS., M. Pd. (Wakasis).

Dalam tausiyahnya Ust. Syamsul Hadi menyampaikan panjang lebar tentang silaturrahim baik secara etimologi maupun terminologi serta pandangan secara umum dari istilah tersebut, karena di masyarakat   istilah ini sudah sejak lama dipahami secara lebih luas dibanding maksud silaturahmi yang sebenarnya. Silaturahmi atau silaturahim berasal dari kata silah dan rahmi. Silah dalam bahasa arab artinya menyambung dan rahmi atau rahim dalam bahasa arab bermakna kandungan atau keturunan, tetapi selanjutnya ada sebagian yang mengartikan kasih sayang, karena sama dengan kata rahmat. Dalam kitab-kitab hadis, pembahasan silaturahmi selalu dihubungkan dengan birrul walidain, berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga. Ini menunjukkan bahwa kedudukan awal dari silaturahmi adalah hanya lingkup orang tua dan keluarga. Ketika ada anak yang lama tidak bertemu orang tuanya, ketika ada kakak beradik atau antar saudara saling bertengkar, maka wajiblah bagi mereka untuk silah, menyambungkan kembali pertalian keluarga mereka. Inilah maksud silaturahmi pada awalnya, sebagaimana dijelaskan Rasulullah Muhammad Saw dalam sebuah hadis

ليس الواصل بالمكافى ولكن الواصل الذي اذا قطعت رحمه  وصلها (رواه البخارى)

Tidak termasuk silaturhami, kunjungan seseorang kepada yang lainnya dalam keadaan damai, tetapi silaturahmi adalah ketika ada pertalian yang  terputus, maka salah seorang menyambungkannya kembali.

Keluarga adalah sumber kasih sayang, apabila dalam keluarga seluruh anggotanya penuh kasih sayang dan saling menyayangi, maka keluarga itu telah di berikan berkah, kebaikan yang selalu bertambah. Sungguh indah terasa ketika si anak tak pernah berhenti menyayangi kedua orang tuanya, orang tua tidak lupa untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya, kaka beradik rukun dalam keluarga, tak ada intrik dan masalah yang bisa menimbulkan perpecahan keluarga. Keluarga seperti inilah yang dijanjikan Rasulullah mendapat kebahagiaan, beliau bersabda

من أحب ان يبسط له فى رزقه و ينسأ له فى اثره ( اي يؤخر له فى اجله وعمره) فليصل رحمه (متفق عليه)

“siapa yang menginginkan rizkinya dilapangkan, dan umurnya dipanjangkan, maka lakukanlah silaturahmi”.

Mereka yang tidak menyayangi dan mengakui orang tua mereka akan dihukum oleh Allah di dunia maupun di akherat. Masa Rasulullah ada kisah al-qomah, seorang anak yang durhaka kepada ibunya, ia tidak bisa mati walaupun sudah sekarat, Rasulullah ingin membakarnya bila ibunya tidak merestuinya. Dalam sejarah masa lalu sering terjadi, bagaimana sebuah keluarga yang harmonis menjadi pertengkaran dan permusuhan abadi dikarenakan hilangnya kasih sayang antar satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Maka sungguh beruntung bagi mereka yang mampu menjaga dan melestarikan nilai-nilai siaturahami di dalam keluarga mereka.

 

Baca Juga :


Namun tak ada salahnya bagi mereka yang memahami silaturhami dengan lebih luas, dengan memaknai silaturahmi sebagai menyambungkan kasih sayang kepada sesama muslim, memberikan kasih sayang kepada sesama manusia dan  makhluk Allah lainnya di muka bumi. Dalam hal ini Allah memberikan perintahnya dalam al-qur’an surat al hujurat ayat 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Rasulullah juga memberikan kabar gembiranya tentang kasih sayang ini

الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من فى فى الارض يرحمكم من فى السماء

“Orang-orang yang menyebarkan kasih sayang, mereka selalu diberikan kasih sayang oleh yang Maha Penyayang. Maka Sayangilah mereka yang ada di bumi, maka makhluk yang ada di langit akan menyayangimu.

Manusia diciptakan dengan rasa kasih sayang, Bumi dan alam semesta diciptakan Allah karena kasih sayangnya kepada manusia, maka mulai hari ini, marilah kita berjanji kepada diri kita sendiri, untuk selalu menyebarkan kasih sayang kepada siapapun. Untuk tidak membenci siapapun, sebarkanlah kasih sayang seperti yang dicontohkan nabi muhammad Saw, sebagai rahamatan lil alamin, penyebar kasih sayang bagi seluruh alam. Jagalah dan jauhkan keluarga kita dari api neraka, sebagaimana firman Allah pada surat At-Tahrim ayat 6 yaitu ;

يآيهاالذين ءامنوا قوا أنفسكم واهليكم نارا....

Artinya : Hai orang-orang yang beriman pelihara dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka ….

Dipenghujung tausiyah sang Ustadz mengajak kepada semua hadirin agar momentum silaturrahim akan menambah rasa kekelurgaan diantara kita, keluarga kita maupun kaum muslimin muslimat ada umumnya dengan kita saling memaafkan diantara kita, karena member maaf  termasuk yang paling mendekatkan kita kepada ketaqwaan. Dan semoga kita tetap sehat walafiat, panjang umur sehingga bertemu kembali dengan Ramadhan-Ramahan tahun berikutnya dalam keadan yang lebih baik dari yang sudah-sudah, dimurahkan rizki yang halal, melimpah ruah dan barokah, serta mendapat keselamatan dan kebahagian dunia akhirat amin allahumma amin. () -01



 
KM-Bagek laek

KM-Bagek laek

"Sebaik-baik teman, yang menunjukkan kepada kebaikan" km.Bagek Laek merupakan pengembangan dari km.krens diketuai oleh Bukran dengan sekretaris Uswatun Nurnaningsih

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan